Tiktok Mem-PHK 1.000 Karyawan Globalnya, Setelah Joe Biden Larang Penggunaannya Di AS

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 23 Mei 2024 | 11:57 WIB
Ilustrasi: TikTok berencana memberhentikan 1.000 karyawan global dari tim operasi, konten, dan pemasarannya. (Unsplash/Olivier Bergeron)
Ilustrasi: TikTok berencana memberhentikan 1.000 karyawan global dari tim operasi, konten, dan pemasarannya. (Unsplash/Olivier Bergeron)

TikTok juga akan membubarkan tim operasi pengguna globalnya, yang menangani dukungan dan komunikasi pengguna.

Karyawan yang tersisa akan dipindahkan ke tim perusahaan lainnya, seperti tim trust and safety, pemasaran, serta konten dan produk.

Pada tahun 2023, 7.000 karyawan TikTok berbasis di AS, meskipun PHK diperkirakan akan terjadi dalam skala global.

Baca Juga: UKT Mahal, Prabowo Janji Ringankan Biaya Kuliah di Indonesia

Saat itu, aplikasi yang 41% penggunanya berusia antara 16 dan 24 tahun itu juga melaporkan bahwa mereka memiliki 150 juta pengguna di Amerika.

Bukan itu saja. Menurut laporan Financial Times, sekitar 80% dari pendapatan TikTok senilai $20 miliar pada tahun 2023 berasal dari AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail, BMmagazine.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X