"Maka seharusnya pihak Deep Company atau rumah produksi film yang membuat film tersebut yang mana pendirinya adalah Dheeraj Kalwan, harus menarik kalimat "KISAH NYATA" dalam tulisan judul film tersebut,” lanjut Boyke dalam keterangan tertulis tersebut.
Hal itu harus dilakukan untuk menghindari penggiringan opini publik dari masyarakat yang tidak tahu-menahu mengenai kasus tersebut, serta membuat masyarakat memandang pihak kepolisian sebelah mata.
Lebih lanjut, Boyke berpendapat bahwa film tersebut harus ditarik dari peredaran. Bahkan, beberapa adegan yang dinilai tidak sesuai fakta-fakta persidangan harus diubah, termasuk putusan-putusan dalam amar pertimbangan dalam pokok perkara tersebut.
Baca Juga: Pengajuan Working Holiday Visa di Australia Segera Dibuka Lagi, Cek Dokumen yang Dibutuhkan!
“Apabila dalam waktu dekat ini mereka masih tidak mau menarik adegan dan menghapus kalimat dalam flyer judul film tersebut, saya akan berkoordinasi dengan jajaran kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unpas untuk mengajukan somasi terbuka untuk pihak Deep Company.
“Karena sebagai Warga Negara Indonesia dan kami sebagai praktisi hukum menyayangkan lembaga yang seharusnya kita berikan apresiasi malah mendapatkan sebuah gambaran citra yang kurang baik,” tegas Boyke.
Hingga saat ini, pihak Dee Company belum memberikan pernyataan atas tuntutan Boyke.
Artikel Terkait
Tiktok Mem-PHK 1.000 Karyawan Globalnya, Setelah Joe Biden Larang Penggunaannya Di AS
Mengenal Aturan "Know Your Client" yang Harus Dipatuhi oleh Perusahaan Jasa Keuangan
Simak Jadwal Tes Rekrutmen BUMN Buat Kamu yang Lolos Tes Online 1
Lowongan Kerja WWF Indonesia Jadi Social Media Officer, Cocok Buat Kamu yang Suka Ngonten
Mengenal Tiga Kerangka Kerja “Know Your Client” untuk Menghindari Nasabah Berisiko
Daftar 10 Album Terbaik Sepanjang Masa Versi Apple Music: Ada Beyonce dan Prince
Working Holiday Visa Tersedia buat yang Mau Liburan sambil Kerja di Australia selama 12 Bulan