PejuangKantoran.com - Kejahatan dalam industri keuangan semakin canggih, dan kerugian yang dihasilkan bisa mencapai miliaran bahkan triliunan.
Untuk menghindari terjadinya kerugian, perusahaan mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kejahatan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memperluas upaya “Know Your Client” (KYC).
Know Your Client atau Know Your Customer mengacu pada serangkaian pedoman yang diikuti oleh perusahaan jasa keuangan untuk melakukan verifikasi identitas, kesesuaian, dan segala risiko yang terkait dengan hubungan pelanggan.
Baca Juga: Tiktok Mem-PHK 1.000 Karyawan Globalnya, Setelah Joe Biden Larang Penggunaannya Di AS
KYC menjadi standar dalam industri investasi yang memastikan broker memiliki informasi yang memadai tentang identitas klien mereka, dan mengetahui pengetahuan investasi dan profil keuangan klien mereka.
Memahami Know Your Client (KYC)
Aturan Know Your Client (KYC) adalah persyaratan etika bagi mereka yang berada di industri sekuritas yang berurusan dengan pelanggan selama pembukaan dan pemeliharaan rekening.
Hal ini diterapkan pada awal hubungan pelanggan dan broker untuk menetapkan profil pribadi setiap pelanggan sebelum rekomendasi keuangan dibuat.
Nasabah juga disadarkan akan perlunya mematuhi semua undang-undang, peraturan, dan aturan industri sekuritas.
Tujuan dari persyaratan kepatuhan KYC adalah untuk mencegah pencucian uang, penipuan, pendanaan terorisme, dan pencurian identitas, serta potensi kejahatan keuangan lainnya.
Oleh karena itu KYC juga menjadi bagian dari serangkaian peraturan anti pencucian uang yang lebih besar di Amerika Serikat.
Lembaga keuangan yang diwajibkan untuk mengikuti pedoman KYC termasuk bank dan serikat kredit, aplikasi teknologi keuangan, pemberi pinjaman swasta, perusahaan manajemen kekayaan, dan pialang-dealer.
Baca Juga: Hasil Tes Online 1 Rekrutmen BUMN Sudah Diumumkan, Cek di Sini untuk Cara Lihat Kelulusannya!
KYC di sektor perbankan mengharuskan bankir dan penasihat (seperti HR Advisor) untuk mengidentifikasi nasabah mereka, pemilik manfaat bisnis, dan sifat serta tujuan hubungan nasabah.
Bank juga harus meninjau rekening nasabah untuk mengetahui adanya aktivitas mencurigakan dan ilegal serta menjaga dan memastikan keakuratan rekening nasabah.
Artikel Terkait
Sinopsis How To Make Millions Before Grandma Dies: Family is Calling!
4 Hal Tidak Terduga yang Biasa Terjadi pada Tahun Pertama Menjalankan Bisnis Sendiri
Program Magang Bersertifikat Kebudayaan di Ditjen Kebudayaan Dibuka Lagi, Simak Cara Mendaftarnya!
10 Kata Kunci yang Tidak Berguna Lagi di Profil LinkedIn dan Sebaiknya Diganti Saja
Mengapa Candi Borobudur Jadi Tujuan Peziarah dari Asia Tenggara saat Hari Raya Waisak?
23 Mei 2024 Hari Apa? Ini Penjelasannya
Apakah Turbulensi yang Terjadi Selama Penerbangan akan Membahayakan Pesawat?