Scarlett Johansson Tuding OpenAI Meniru Suaranya untuk Asisten Suara ChatGPT Tanpa Izin

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 21:13 WIB
Scarlett Johansson menuduh OpenAI menggunakan suaranya tanpa seizinnya untuk dijadikan asisten suara ChatGPT 4.0. (Instagram @scarlett.actress)
Scarlett Johansson menuduh OpenAI menggunakan suaranya tanpa seizinnya untuk dijadikan asisten suara ChatGPT 4.0. (Instagram @scarlett.actress)

PejuangKantoran.com - Kecerdasan buatan membuat nyaris apapun bisa dilakukan. Salah satunya voice cloning, di mana AI bisa merekam suara manusia untuk membuat tiruan nada, gaya, dan bahkan aksen tertentu.

Tampaknya hal ini yang terjadi pada aktris Scarlett Johansson, yang kemudian menuduh OpenAI menyalin suaranya untuk dijadikan salah satu asisten suara di ChatGPT.

Pernyataan Johansson pada Senin (20/5/2024) tersebut hanya beberapa jam setelah OpenAI mengatakan bahwa perusahaan tidak akan lagi menggunakan suara di ChatGPT, tanpa memberikan alasannya.

Baca Juga: Namanya Berubah Jadi Setan akibat Autocorrect, Orang Ini Desak Microsoft Perbaiki Masalah

“September lalu, saya menerima tawaran dari Sam Altman, yang ingin mempekerjakan saya untuk menyuarakan sistem ChatGPT 4.0 saat ini,” tulis Johansson dalam pernyataan tertulisnya pada Engadget.

“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia merasa bahwa dengan menyuarakan sistem ini, saya dapat menjembatani kesenjangan antara perusahaan teknologi dan kreatif, serta membantu konsumen merasa nyaman dengan perubahan seismik yang berkaitan dengan manusia dan AI.

“Dia bilang dia merasa suaraku akan menghibur orang.”

Belum sempat merespons

Aktris berusia 39 tahun itu menambahkan bahwa dia menolak tawaran tersebut dengan berbagai pertimbangan dan alasan pribadi.

Namun ketika OpenAI mendemonstrasikan GPT-4o, model bahasa besar terbarunya minggu lalu, “Teman-teman, keluarga, dan masyarakat umum menyadari betapa banyak hal terbaru pada sistem bernama Sky itu terdengar seperti suara saya,” ujar Johansson.

Baca Juga: 6 Cara Mendapatkan Pekerjaan di Australia Menggunakan Working Holiday Visa, Sudah Teruji!

Ketika Johansson melihat demo terbaru OpenAI, dia mengaku terkejut, marah, dan tidak percaya bahwa pendiri dan CEO OpenAI Sam Altman akan membuat suara yang terdengar sangat mirip suaranya. Bahkan teman-teman terdekatnya pun tidak bisa membedakannya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Altman sudah menghubungi agennya dua hari sebelum perusahaan mengungkapkan GPT-4o, dan memintanya untuk mempertimbangkan kembali.

Namun, OpenAI tetap merilis sistem tersebut sebelum Johansson sempat merespons.

Di atas harga pasar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Engadget

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X