Dalam 7 Tahun, Kopi Kenangan Menjadi Startup Unicorn dengan Penjualan $100 Juta Per Tahun

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 31 Mei 2024 | 23:37 WIB
Edward Tirtanata (kedua dari kiri). Kopi Kenangan mengantisipasi bisnis kopi yang sudah jenuh dengan konsep grab-and-go. (Make It/Edward Tirtanata)
Edward Tirtanata (kedua dari kiri). Kopi Kenangan mengantisipasi bisnis kopi yang sudah jenuh dengan konsep grab-and-go. (Make It/Edward Tirtanata)

Menurut Starbucks Tall Latte Index, meskipun harga minuman Starbucks Tall Latte adalah sekitar 2% dari median pendapatan harian masyarakat Amerika, minuman yang sama menghabiskan lebih dari 30% median pendapatan harian masyarakat di Indonesia.

Dari situlah muncul ide untuk membangun Kopi Kenangan.

Edward tak memungkiri bahwa bisnis kopi sudah sangat jenuh, terutama di wilayah metro besar. Karena itu dia harus memikirkan apa yang bisa membedakan Kopi Kenangan dengan kompetitornya.

Baca Juga: Dear Pemerintah, Apakah Karyawan yang Sudah Punya Tanggungan KPR Masih Bayar Tapera?

Menurut Edward, ada tiga alasan utama: model perusahaannya yang grab-and-go, bisnis yang berbasis teknologi, dan pendekatan hiperlokal.

“Jadi meskipun Starbucks dan jaringan kopi global lainnya sangat mengutamakan konsistensi, saya menyadari bahwa setiap orang memiliki selera dan preferensi yang berbeda,” katanya kepada CNBC.

“Di sinilah kami benar-benar membentuk strategi ekspansi global kami. Kami ingin memastikan bahwa rasa manis dan kekokohan kopi benar-benar sesuai dengan pasar tempat kami beroperasi, dengan menggunakan pendekatan berbasis data,” ujarnya.

Ia mengambil pendekatan hiperlokal berbasis data, sehingga Kopi Kenangan latte di Singapura terasa berbeda dengan latte di Indonesia.

Selama masa pandemi Covid-19, Edward dan James menggandakan upaya mereka untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam bisnis mereka.

Hal inilah yang membantu Kopi Kenangan melipatgandakan jumlah tokonya selama pandemi.

Baca Juga: Lepaskan Image Boy Band, Nicholas Galitzine Menerima Peran He-Man Di Masters Of The Universe

Dari Indonesia ke dunia

Pada bulan April, jaringan kopi ini telah mengumpulkan dana lebih dari $230 juta dari investor di seluruh dunia, menurut dokumen yang dilihat oleh CNBC.

Kopi Kenangan tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, dan Singapura. Namun hal itu belum cukup bagi Edward.

Ia berencana memperluas perusahaannya secara global dan berharap bisa mendaftarkan bisnisnya di Amerika suatu hari nanti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC, Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X