Ketua TKN Fanta Harap Kabinet Prabowo-Gibran Gandeng Anak-anak Muda di Pemerintahan

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 16 Juni 2024 | 15:00 WIB
Muhammad Arief Rosyid saat menjadi narasumber di JPP Talk. (PATIUPDATE)
Muhammad Arief Rosyid saat menjadi narasumber di JPP Talk. (PATIUPDATE)

PejuangKantoran.com - Anak muda adalah agen perubahan dalam segala hal. Hal ini termasuk dalam urusan politik dan pemerintahan. 

Komandan TKN Fanta Muhammad Arief Rosyid Hasan mengatakan populasi anak muda di Indonesia saat ini cukup besar dan menjadi kelompok pemilih terbesar di Indonesia saat Pemilu 2024 lalu.

Oleh karenanya, berharap anak-anak muda mendapatkan kesempatan masuk di pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Kita mendorong bagaimana kepemimpinan Pak Prabowo dan Mas Gibran, yang didukung sebagian besar anak muda, itu memiliki keberpihakan kepada anak muda," ujar saat menjadi narasumber di Podcast JPP Talk yang digelar oleh Jaringan Pemred Promedia (JPP).

Baca Juga: Layanan Gratis Di Kelas Ekonomi Penerbangan Jarak Jauh yang Ternyata Bisa Kamu Dapatkan

Mantan Komisaris BSI tersebut menerangkan keberpihakan terhadap anak muda akan sulit terwujud jika tidak ada perwakilan anak muda di dalam pemerintahan.

"Keberpihakan itu tidak mungkin ada jika tidak ada perwakilannya atau representasi anak muda di dalamnya," lanjutnya.

Hal ini juga, kata dia, akan menjadi sebuah keberlanjutan dari upaya kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memberdayakan anak muda. 

Sejumlah pos-pos pemerintahan sudah dipercayakan kepada anak-anak muda. Mulai dari menteri, wakil menteri hingga Staf Khusus Milenial.

Baca Juga: Berkurban Makin Mudah, tapi Jangan Sampai Jadi Sasaran Penipuan Kurban Online!

Selain itu, Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir, memberikan kesempatan yang cukup besar kepada anak-anak muda untuk menjadi Direksi dan Komisaris di BUMN.

"Sekarang ini mindset elit kita sudah mengarah kesana. Kita pengen memperluaslah. Menambah kuota itu. Apalagikan tadi kontribusinya besar," ungkapnya.

"Saya sesederhana berpikir. Kalau Presidennya 50 persen senior, Wakil Presidennnya 50 persen anak muda, maka kebawah-bawahnya setidaknya 50 persen itu diisi oleh anak-anak muda," tambahnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X