Apa Salah Satu Kekuatan Terbesar Gen Z yang Bikin Resah Generasi yang Lebih Tua?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 5 Juli 2024 | 11:30 WIB
Ilustrasi: Apa kelebihan Gen Z yang sering membuat resah generasi di atasnya? (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Apa kelebihan Gen Z yang sering membuat resah generasi di atasnya? (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Gen Z selama ini dituduh sebagai angkatan kerja yang paling bermasalah. Selain cenderung mengeneralisasi seluruh generasi atas kekurangan beberapa gelintir orang, generasi di atas mereka lupa bahwa kelebihan Gen Z pun cukup banyak.

Tidak, bukan bahwa mereka lebih melek teknologi. Melainkan, keterusterangan atau sifat blak-blakan mereka.

Di tempat kerja, karyawan Gen Z tidak segan-segan untuk bersuara dan mengadvokasi isu-isu yang mereka pedulikan, baik itu transparansi gaji atau kesehatan mental.

Keberanian ini mungkin meresahkan para pemimpin dan atasan mereka di HR. Mereka mungkin akan menyebut Gen Z sebagai generasi “paling sulit” untuk diajak bekerja sama.

Baca Juga: Lowongan CPNS, CASN, dan PPK 2024 di IKN Akan Segera Dibuka, 5% untuk Warga Kalimantan

Namun, hal ini juga bisa menjadi aset berharga bagi anggota termuda dalam angkatan kerja tersebut.

Setidaknya itulah yang dikatakan Dr. Benjamin Granger, Chief Workplace Psychologist dan Head Of EX (Employee Experience) Advisory Services di Qualtrics.

“Kekuatan terbesar Gen Z adalah mereka lebih cenderung menantang status quo dibandingkan generasi lainnya,” kata Granger. “Percakapan dan pengalaman itulah yang menjadi tempat terjadinya inovasi dan kreativitas.”

Generasi usia 20-an yang menentang norma-norma yang ditetapkan oleh orang yang lebih tua di tempat kerja merupakan tren yang sudah berlangsung lama.

Namun, Granger mengatakan ada keyakinan dan pertimbangan baru dalam cara generasi Z menyikapi permasalahan ini.

Salah satu kelebihan Gen Z yang menjadi ciri khasnya adalah rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan yang kuat. Mereka vokal dalam menciptakan tempat kerja yang adil dan berkelanjutan, kata Granger.

Baca Juga: Amazon 'Pekerjakan' 750 Ribu Robot untuk Gantikan 100 Ribu Karyawan Manusia

Mereka juga bersedia mendorong pemberi kerja untuk lebih bertanggung jawab atas dampak yang mereka timbulkan terhadap karyawan dan masyarakat luas, di mana orang lain mungkin tidak melakukannya.

Penelitian menemukan bahwa sikap proaktif dan berani berbicara umumnya dikaitkan dengan karir yang positif, termasuk peluang promosi yang lebih tinggi dan hubungan yang lebih kuat dengan rekan kerja.

“Tetapi masukan seperti itu tidak selalu akan diterima secara positif oleh para eksekutif, yang mungkin akan merasa frustrasi karena karyawannya melanggar norma-norma yang sudah lama dipegang,” kata Granger.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X