PejuangKantoran.com - Teknologi AI dipandang sebagai tools yang akan memberikan keuntungan di tempat kerja. Tidak heran, sekitar seperempat milenial dan Gen Z kerap memanfaatkan AI generatif (gen AI) saat bekerja.
Sebagian besar pengguna percaya bahwa gen AI akan memberi mereka lebih banyak waktu luang dan meningkatkan cara mereka bekerja.
Namun 59% Gen Z dan milenial secara keseluruhan lebih cenderung percaya bahwa gen AI akan menyebabkan hilangnya pekerjaan. Sebanyak 71% pengguna gen-AI juga meyakini bahwa hal ini akan menyebabkan hilangnya pekerjaan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Sebagai Talent Development Manager 25hours Hotel di Jakarta
Itulah rangkuman hasil survei terbaru dari Deloitte mengenai GenAI di dunia kerja, di mana mereka mengumpulkan data dari lebih dari 22.800 responden Generasi Z dan milenial di 44 negara.
“Ada ketidakpastian mengenai bagaimana AI Generatif (GenAI) dapat berdampak pada pekerjaan dan karir mereka,” demikian catatan penulis laporan tersebut.
“Dan mereka yakin bisnis masih belum mencapai potensinya untuk mengatasi beberapa tantangan sosial yang paling penting di dunia, mulai dari perlindungan lingkungan hingga kesenjangan sosial.”
Mengisi waktu luang
Gen Z dan milenial disebut sangat antusias dengan kehadiran GenAI.
“Generasi Milenial dan Gen Z merupakan bagian integral dari setiap bisnis saat ini. Mereka adalah agen perubahan dan memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk masa depan dunia kerja.
Baca Juga: Arab Saudi Ingin Merekrut Lebih Banyak Perempuan Di Dunia Kerja, Khususnya Pariwisata
"Lebih dari separuh responden sangat antusias dengan GenAI dan percaya bahwa teknologi baru ini akan memberikan dampak positif terhadap keseimbangan kehidupan kerja mereka.
"Selain itu juga memberikan lebih banyak waktu untuk pekerjaan kreatif dan strategis,” kata Deepti Sagar, Chief People And Experience Officer, Deloitte India.
Lebih dari separuh Gen Z (51%) dan generasi milenial (54%) sering menggunakan GenAI di tempat kerja. Mereka yakin sekali bahwa GenAI akan memberikan waktu luang mereka untuk pekerjaan yang kreatif dan strategis.
Namun, mereka juga yakin bahwa mereka perlu melakukan pelatihan ulang dan genAI akan memengaruhi keputusan karir mereka dan menyebabkan hilangnya pekerjaan.
Artikel Terkait
Yang Lagi Cari Kerja, Tanggal 23 Juli Kumpul di Jakarta Job Fair 2024 "Job for Career” Yuk!
Universitas di China Buka Jurusan Khusus Teknik Kopi, Siapa Mau Daftar?
Pantesan Nyengir, Justin Bieber Dibayar Paling Mahal untuk Pesta Anant Ambani-Radhika Merchant
5 Juli 2024, Penumpang Kereta Whoosh Pecah Rekor Sampai 23 Ribu Orang
John Legend Bakal Konser di Jakarta, Ini Harga Tiket dan Cara Pesannya
Buat yang Ingin Jadi Jurnalis, Bloomberg Buka Lowongan Kerja Jadi Markets Reporter
Lowongan Kerja Travel Consultant di Mister Aladin, Khusus buat yang Punya Banyak Relasi