PejuangKantoran.com - Persaingan di bidang teknologi semakin tajam. Perusahaan dituntut untuk terus mengejar ketertinggalan dari inovasi yang dilakukan perusahaan lain.
Begitu pula dengan Google, yang tentunya punya misi untuk menjadikan Android makin sejajar dengan iPhone. Khususnya dalam hal keselamatan dan keamanan aplikasi, di mana Android masih tertinggal jauh dari iPhone.
Google sepertinya tidak bisa menyembunyikan aplikasi berbahaya di Play Store. Meskipun Google Play Protect telah berfungsi dengan baik dalam menjaga keamanan banyak pengguna, ancamannya semakin parah.
Baca Juga: 5 Langkah untuk Mengatasi Rasa Menyesal Setelah Resign, Bisakah Minta Kembali ke Kantor Lama?
Tampaknya Google berusaha lebih serius untuk mengatasi masalah ini untuk selamanya. Hal itu terlihat dari Android 15, yang kini menghadirkan “live threat detection” untuk menggunakan AI pada perangkatnya.
Peringatan tersebut dirancang untuk menganalisis sinyal perilaku terkait penggunaan izin sensitif dan interaksi dengan aplikasi dan layanan lain, dan dengan cepat menandai pelaku pelanggaran.
Namun meskipun fitur itu akan mempersingkat waktu antara aplikasi yang berbahaya dan kapan akan ditandai serta dihapus, hal ini tidak mengatasi masalah yang ada di Play Store.
Aplikasi yang menjadi sasaran
Mengingat penghapusan aplikasi massal Play Store yang baru dikonfirmasi oleh Google tinggal enam minggu lagi, perusahaan ini memperbarui kebijakan Spam and Minimum Functionality untuk memastikan aplikasi yang ada sudah memenuhi standar yang ditingkatkan untuk katalog Play, dan melibatkan pengguna dalam user experience.
Per 31 Agustus, jenis aplikasi yang menjadi sasaran Google termasuk aplikasi yang statis tanpa fungsi khusus aplikasi, seperti aplikasi Text Only atau PDF File, aplikasi dengan konten sangat sedikit dan tidak memberikan pengalaman yang menarik.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Mengapa Sering Diminta Duduk di Sebelah Jokowi saat Rapat Kerja
Misalnya, aplikasi single wallpaper, dan aplikasi yang dirancang untuk tidak melakukan apa pun atau tidak memiliki fungsi sama sekali.
Aplikasi semacam ini jumlahnya ada jutaan, yang beberapa di antaranya mungkin juga ada di ponsel kamu.
Contoh aplikasi berbahaya di Play Store ini contohnya aplikasi kosong yang sepintas tidak berbahaya, tetapi digunakan sebagai saluran ke aplikasi lain yang mengandung malware.
Jika ada yang berasumsi bahwa sebagian besar aplikasi berbahaya di Play Store tidak mempunyai tujuan yang sah, maka langkah Google kali ini adalah pendekatan yang sangat baik untuk memperketat jaringan.
Artikel Terkait
Rasa Menyesal Setelah Resign Muncul karena Orang Selalu Berpikir Rumput Tetangga Lebih Hijau?
Kenali Penyebab Kamu Menyesal Setelah Resign dari Tempat Kamu Bekerja agar Kamu Bisa Mengatasinya
Yang Ingin Studi S2 di Amerika, Ada 17 Universitas AS di US Graduate Fair 2024 Weekend Ini!
Peminat Membeludak, Konser Sheila on 7 Pindah Venue
Masa Indah di Startup Sudah Berlalu, Gen Z Tidak Tertarik Lagi Bekerja di Perusahaan Teknologi
Lowongan Kerja di GoPay Sebagai SEO Specialist
Rizal Mantovani Beberkan Alasan Film Pusaka Banyak Tampilkan Adegan Sadis dan Brutal