Agar Tetap Kompetitif PwC akan Mem-PHK 1.800 Karyawan, Separuhnya dari Divisi Luar Amerika

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 13 September 2024 | 22:29 WIB
PwC akan memberhentikan 1.800 karyawannya di wilayah Amerika Serikat dalam gelombang PHK besar-besaran yang pertama sejak 2009.  (PWC.com)
PwC akan memberhentikan 1.800 karyawannya di wilayah Amerika Serikat dalam gelombang PHK besar-besaran yang pertama sejak 2009. (PWC.com)

PejuangKantoran.comPricewaterhouseCoopers (PwC) mem-PHK 1.800 karyawan di wilayah Amerika Serikat dalam gelombang PHK besar-besaran yang pertama sejak 2009.

Perusahaan akuntan publik yang masuk dalam The Big Four tersebut memang sedang dalam proses pengurangan karyawan di AS dan di tempat lain, terutama di bagian konsultasi dan produk, serta operasi teknologi AS.

Sekitar setengah dari pengurangan karyawan tersebut dilakukan di luar negeri, mencakup karyawan mulai dari asosiasi hingga direktur pelaksana dan mencakup layanan bisnis, audit, dan pajak, kata orang-orang tersebut.

Baca Juga: Di Singapura, Paus Fransiskus Soroti Bahaya AI dan Upah yang Adil bagi Pekerja Migran

PwC berencana untuk memberitahu karyawan yang terdampak PHK, sekitar 2,5% dari tenaga kerja di unit AS, pada bulan Oktober.

Hari Rabu (11/9/2024), rencana PwC mem-PHK 1.800 karyawan dan restrukturisasi diumumkan dalam sebuah memo kepada staf AS yang diperoleh The Wall Street Journal.

"Akan ada unsur tindakan sumber daya yang berdampak pada sebagian kecil dari karyawan kami, sesuatu yang tidak pernah mudah," kata Paul Griggs, Senior Partner PwC AS, dalam memo tersebut.

"Pada akhirnya, kami memposisikan perusahaan kami untuk masa depan, menciptakan kapasitas untuk berinvestasi, serta mengantisipasi dan bereaksi terhadap peluang pasar saat ini dan masa depan," tambahnya.

Griggs mengakui bahwa pengumuman tersebut dibuat pada 11 September, hari ketika perusahaan tersebut kehilangan lima rekannya.

PwC mengatakan bahwa PHK formal terakhir di unit AS terjadi pada 2009. Tahun 2017, perusahaan tersebut menawarkan peran baru kepada karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi. Jika karyawan menolak, mereka terpaksa diminta meninggalkan perusahaan.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Group Punya 176 Juta Nasabah Simpanan Mikro dengan Nilai Dana Rp313 T

Tim produk dan teknologi

Perusahaan yang bermarkas di London tersebut mengatakan bahwa mereka telah menjadi pengecualian di antara The Big Four selama dua tahun terakhir.

Sebab, mereka tidak memberhentikan siapa pun di AS dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya. Padahal, Ernst & Young, KPMG, dan Deloitte secara kolektif memberhentikan ribuan pekerja AS dalam periode tersebut.

PwC berencana untuk merestrukturisasi tim produk dan teknologinya untuk lebih menanamkannya dalam lini bisnis individual dan menyederhanakan proses dalam layanan bisnis, kata Griggs.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Wall Street Journal, Business Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X