PejuangKantoran.com - PricewaterhouseCoopers (PwC) mem-PHK 1.800 karyawan di wilayah Amerika Serikat dalam gelombang PHK besar-besaran yang pertama sejak 2009.
Perusahaan akuntan publik yang masuk dalam The Big Four tersebut memang sedang dalam proses pengurangan karyawan di AS dan di tempat lain, terutama di bagian konsultasi dan produk, serta operasi teknologi AS.
Sekitar setengah dari pengurangan karyawan tersebut dilakukan di luar negeri, mencakup karyawan mulai dari asosiasi hingga direktur pelaksana dan mencakup layanan bisnis, audit, dan pajak, kata orang-orang tersebut.
Baca Juga: Di Singapura, Paus Fransiskus Soroti Bahaya AI dan Upah yang Adil bagi Pekerja Migran
PwC berencana untuk memberitahu karyawan yang terdampak PHK, sekitar 2,5% dari tenaga kerja di unit AS, pada bulan Oktober.
Hari Rabu (11/9/2024), rencana PwC mem-PHK 1.800 karyawan dan restrukturisasi diumumkan dalam sebuah memo kepada staf AS yang diperoleh The Wall Street Journal.
"Akan ada unsur tindakan sumber daya yang berdampak pada sebagian kecil dari karyawan kami, sesuatu yang tidak pernah mudah," kata Paul Griggs, Senior Partner PwC AS, dalam memo tersebut.
"Pada akhirnya, kami memposisikan perusahaan kami untuk masa depan, menciptakan kapasitas untuk berinvestasi, serta mengantisipasi dan bereaksi terhadap peluang pasar saat ini dan masa depan," tambahnya.
Griggs mengakui bahwa pengumuman tersebut dibuat pada 11 September, hari ketika perusahaan tersebut kehilangan lima rekannya.
PwC mengatakan bahwa PHK formal terakhir di unit AS terjadi pada 2009. Tahun 2017, perusahaan tersebut menawarkan peran baru kepada karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi. Jika karyawan menolak, mereka terpaksa diminta meninggalkan perusahaan.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Group Punya 176 Juta Nasabah Simpanan Mikro dengan Nilai Dana Rp313 T
Tim produk dan teknologi
Perusahaan yang bermarkas di London tersebut mengatakan bahwa mereka telah menjadi pengecualian di antara The Big Four selama dua tahun terakhir.
Sebab, mereka tidak memberhentikan siapa pun di AS dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya. Padahal, Ernst & Young, KPMG, dan Deloitte secara kolektif memberhentikan ribuan pekerja AS dalam periode tersebut.
PwC berencana untuk merestrukturisasi tim produk dan teknologinya untuk lebih menanamkannya dalam lini bisnis individual dan menyederhanakan proses dalam layanan bisnis, kata Griggs.
Artikel Terkait
Lenovo Mencari Global Lead untuk Pemasaran Sosial dan Komunitas di Legion Gaming
Google Membuka Lowongan Kerja untuk Spesialis Lokalisasi Bahasa Indonesia
Ketimbang Bekerja Kantoran 9 to 5, Ini yang akan Dilakukan Gen Z dengan Smartphone-nya
Paris Dinobatkan sebagai Ibu Kota Kuliner Dunia, Tokyo Menjadi Pilihan Paling Hemat
5 Makanan untuk Buat Kulit Jernih dan Sehat, Bikin Glowing Seketika
5 Trik Canva untuk Meningkatkan Produktivitas di Kantor, Mempermudah Hidup!
Fakta Bruno Mars, Pernah Berbohong Apa Sehingga Dipecat Dari Profesi Ini?