Karyawan Brandoville Studios Laporkan Bukti-bukti Kekerasan oleh Bosnya, Cherry Lai

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 14 September 2024 | 23:23 WIB
Ilustrasi: Bullying di tempat kerja masih saja terjadi. Kali ini menimpa Christa Sydney, karyawan Brandoville Studios yang menerima kekerasan dari bosnya, Cherry Lai. (Freepik)
Ilustrasi: Bullying di tempat kerja masih saja terjadi. Kali ini menimpa Christa Sydney, karyawan Brandoville Studios yang menerima kekerasan dari bosnya, Cherry Lai. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Kasus-kasus bullying di tempat kerja masih saja terjadi. Karyawan dipaksa bekerja di luar job desc-nya, terkadang bahkan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Yang lebih parah, terkadang karyawan menerima kekerasan secara fisik maupun verbal. Perilaku seperti ini rasanya sulit dicerna ketika dilakukan oleh professional di tempat kerja.

Namun itulah yang terjadi pada Christa Sydney, karyawan studio animasi bernama Brandoville Studios yang tutup sejak 17 Agustus 2024 lalu.

Baca Juga: Di Antara 50 Bahasa Paling Umum di Dunia, Ini Bahasa yang Paling Ingin Dipelajari Setiap Negara

Christa diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi dari Kwan Cherry Lai, istri bos Brandoville, Ken Lai.

Kasus ini terungkap ketika mantan karyawan Brandoville Studios mengirimkan DM kepada akun X @adriandy (Ryan Adriandhy) untuk mengangkat kasus Christa di X.

Menurut pelapor, hampir seluruh mantan karyawan perusahaan tersebut pernah menerima kekerasan dan eksploitasi dari Cherry Lai.

Mereka mengumpulkan bukti-bukti kekerasan yang dilakukan atasan mereka tersebut dalam satu dokumen PDF.

Beberapa bukti kekerasan tersebut antara lain berupa tangkapan layar percakapan antara Cherry Lai dan karyawannya.

Salah satunya ketika seorang karyawan meminta izin untuk menelepon, tetapi karena Cherry tidak menyukai caranya meminta izin, karyawan itu harus mengulang gaya bahasanya berulang kali.

Baca Juga: Apa Itu Fulbright Visiting Scholar Program? Pendaftaran Masih Dibuka hingga 1 November!

Bukti-bukti lain menunjukkan bagaimana Cherry yang berkebangsaan Hong Kong itu diduga melakukan sejumlah tindakan semena-mena.

Karyawan dipaksa bekerja meskipun sedang sakit keras, jika cuti sakit diancam dipecat, bahkan dipaksa bekerja empat hari nonstop.

Christa sendiri mengaku mengalami trauma setelah lima tahun bekerja di Brandoville Studios dan menerima berbagai bentuk kekerasan dari bosnya tersebut.

Oleh karena itu ia melaporkan perilaku kekerasan oleh atasannya itu ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan yang dibuatnya pada 5 September itu, Christa mengaku bahwa ia menerima ancaman pembunuhan dari Cherry Lai yang berbunyi, “Kalau saya tidak dapat apa yang saya inginkan, kamu mati”.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: detik.com, Suara.com, Tempo.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X