Pro Kontra Pendidikan Dokter Spesialis: Stres Calon Dokter Spesialis Tunjukkan Jiwa yang Rapuh?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 19 September 2024 | 20:44 WIB
Ilustrasi: Perundungan yang terjadi pada dr. Aulia Risma Lestari mengungkap pro kontra di dunia pendidikan dokter spesialis. (Freepik)
Ilustrasi: Perundungan yang terjadi pada dr. Aulia Risma Lestari mengungkap pro kontra di dunia pendidikan dokter spesialis. (Freepik)

Bahkan, terdapat kasus yang sampai membuat peserta pasrah dan memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Terkait kasus yang terjadi dalam dinamika PPDS, Damono menjelaskan stres merupakan akumulasi ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah bagi jiwa yang rapuh.

Baca Juga: Boga Group Buka Lowongan Kerja Sebagai Promosi dan Public Relations

"Ketika manusia tidak mampu meregulasi rasa frustasi yang dialami, maka dapat memicu depresi," terangnya.

Selain itu, Darmono menegaskan faktor yang melandasi stres dan depresi tersebut.

"Faktor yang melandasi stres dan depresi calon dokter spesialis yakni daya mental yang rendah, jiwa yang rapuh, dan tidak tahan uji," tegasnya.

"Menjadi dokter sejatinya adalah menjalankan tugas pengabdian kemanusiaan yang mulia. Perlu kejernihan dan niat yang suci untuk melayani orang sakit," pungkasnya.

Komentar IDI soal perundungan

Mengenai dugaan kasus perundungan di kalangan mahasiswa kedokteran, pihak Ikatan Dokter Indonesia menentang segala bentuk bullying.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kemampuan Komunikasi untuk Karyawan Agar Karir Melejit

Ketua Dewan Pertimbangan IDI Jawa Barat, Eka Mulyana, mengklaim bahwa tindakan perundungan bertentangan dengan kode etik kedokteran.

"Kami menentang segala bentuk perundungan, termasuk di kalangan dokter, karena itu bertentangan dengan sumpah dokter dan kode etik kedokteran," kata Eka, saat konferensi pers di Bandung, pada Selasa (20/8/2024).***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Idionline.org, Youtube @antaratv

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X