Pejuangkantoran.com Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno pada 20 September 2024 lalu meresmikan dan me-launching peluncuran Paket Wisata 3B, yaitu Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara.
Langkah ini menjawab tantangan overtourism yang menurut beberapa kalangan sudah melanda Bali. Overtourism adalah kondisi ketika terlalu banyak pengunjung datang ke suatu tempat wisata sehingga menimbulkan dampak negatif.
Selama ini, pusat wisata di Pulau Bali berada di kawasan Bali Selatan. Sementara Bali Barat dan Bali Utara masih belum terlalu terekspos. Begitu juga dengan Banyuwangi yang masih kalah pamor dibandingkan dengan Surabaya.
Acara yang dilangsungkan di Sanggar Genjah Arum, Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi ini, turut dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) H. Abdullah Azwar Anas, Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Buleleng, dan Jembrana, dan masih banyak lagi.
Langkah redistribusi pariwisata ini diharapkan dapat menarik antara 700 ribu – 1 juta wisatawan ke tiga daerah tersebut. Angka tersebut didapat dari target yang ditetapkan 10-15 persen dari total kunjungan wisata ke Bali yang mencapai 7 juta wisatawan.
Menurut Sandiaga, paket wisata 3B Ini akan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Baca Juga: Overstourism, Wisatawan Membludak Tak Selalu Menjadi Kabar Baik. Ini Dampak dan Solusinya.
Mengapa Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara?
Banyuwangi dikenal sebagai gerbang Pulau Jawa dan memiliki julukan “The Sunrise of Java” yang memiliki berbagai destinasi wisata indah. Dua yang paling terkenal adalah Gunung Bromo dan Kawah Ijen.
Sandiaga melihat potensi besar dari wisatawan dari China yang tertarik mengunjungi tempat-tempat tersebut. Namun, selama ini pintu masuk wisatawan China kebanyakan melalui Surabaya sehingga sulit datang ke sana.
Baca Juga: Cara Indonesia Menggaet Lebih dari 2,5 Juta Turis China ke Bali
Sekarang dengan adanya pilihan charter flight ke Banyuwangi, maka akses ke Gunung Bromo dan Kawah Ijen menjadi lebih mudah. Ini terwujud setelah dilakukan koordinasi dengan MenPAN RB dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya.
Kini wisatawan dalam dan luar negeri bisa menggunakan penerbangan langsung ke Banyuwangi untuk mengakses berbagai destinasi, seperti Kawah Ijen, Pulau Merah, De Djawatan, dan masih banyak lagi.
Apalagi perkembangan infrastruktur di Banyuwangi juga semakin lengkap. Bahkan, bandara di Banyuwangi, yaitu Bandara Internasional Blimbingsari, telah diakui sebagai Green Airport terbaik dunia.
Green Airport adalah bandara yang dalam operasionalnya dapat menggurangi dampak negatif untuk lingkungan serta selalu berupaya melakukan kegiatan (mitigasi) untuk dapat mengurangi dampak buruk terhadap perubahan iklim.
Artikel Terkait
Kembali ke Quality Tourism, Bali Terapkan Pajak Wisata pada Turis Asing Mulai Februari 2024
Bali Utara Bisa Jadi Alternatif Buat yang Mau Menghindari Kemacetan Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Bali Jadi Destinasi Terfavorit untuk Liburan Para Turis Dunia
Bali Akhirnya Punya Mall Terbesar di Asia Tenggara, dengan Hutan Vertikal dan Klab Tepi Pantai
Menara Turyapada Setinggi 115 Meter di akan Segera Menjadi Tujuan Wisata Baru di Bali