Klaim Iran Menggunakan Fattah 1 Dalam Serangan ke Israel Dibantah Ahli Persenjataan Barat

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 16:51 WIB
Ilustrasi rudal Fattah-1 milik Iran. (Globalsecurity.org)
Ilustrasi rudal Fattah-1 milik Iran. (Globalsecurity.org)

Pejuangkantoran.com Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal ke wilayah Israel, Selasa (1/10/2024) lalu. Menurut laman berita BBC.com, serangan kali ini sedikit lebih besar daripada serangan April lalu.

Serangan kali ini melibatkan sekitar 110 rudal balistik dan 30 rudal jelajah. Aksi Iran dilakukan beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon.

Militer Iran mengatakan pasukannya menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya dan mengeklaim bahwa 90% rudal mengenai sasarannya.

Sumber militer Iran mengatakan kepada media pemerintah di Teheran bahwa mereka telah menargetkan tiga pangkalan militer Israel dalam serangan itu.

 

Kemampuan Rudal Iran

Seperti yang dikutip dari CCN.com, Teheran memiliki ribuan rudal balistik dan rudal jelajah dengan jangkauan yang bervariasi. Ini adalah laporan tahun 2021 dari Missile Threat Project di the Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Namun, masih menurut laporan ini, jumlah pasti dari masing-masing rudal tidak diketahui.

Sementara itu, dalam laman CNN.com disebutkan, Jenderal Kenneth McKenzie dari AU Amerika Serikat, menyampaikan pada Kongres AS bahwa pada tahun Iran punya lebih dari 3000 rudal balistik.

Data ini disampaikan berdasarkan pada laporan tahun ini dari situs web Iran Watch di Wisconsin Project on Nuclear Arms Control.

Rudal apa yang dipakai Iran untuk menyerang Israel? Dalam laman CNN.com, pakar persenjataan yang menganalisis video media sosial terverifikasi dari tempat kejadian mengatakan bahwa Iran menggunakan varian rudal balistik Shahab-3 dalam serangan terbaru terhadap Israel.

Menurut Patrick Senft, koordinator penelitian di Armament Research Services (ARES),

Shahab-3 adalah basis untuk semua rudal balistik jarak menengah Iran yang menggunakan bahan bakar cair.

Missile Threat Project mengatakan bahwa Shahab-3 mulai beroperasi pada tahun 2003. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 760 hingga 1.200 kilogram (1.675 hingga 2.645 pon) dan dapat ditembakkan dari peluncur bergerak serta silo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Globalsecurity.org, CNN.Com

Tags

Rekomendasi

Terkini

X