Jual Barang dari Pabrik Langsung ke Konsumen, Aplikasi Temu dari Tiongkok Dilarang Masuk RI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 7 Oktober 2024 | 07:00 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika melarang aplikasi Temu beroperasi di Indonesia. (Google Play)
Kementerian Komunikasi dan Informatika melarang aplikasi Temu beroperasi di Indonesia. (Google Play)

PejuangKantoran.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana memblokir Temu, marketplace yang dioperasikan oleh perusahaan e-dagang Tiongkok PDD Holdings.

Temu, yang memfasilitasi transaksi langsung antara produsen Tiongkok dan konsumen global, dikhawatirkan akan merugikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Penasihat Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan, Temu bisa mengganggu jalur distribusi lokal dan membanjiri pasar dengan produk-produk murah yang dikirim langsung dari Tiongkok jika diizinkan beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Kerja Jadi Personal Assistant Selebriti: Cek di Sini untuk yang Minat

Sejak September 2022, aplikasi Temu sebelumnya sudah tiga kali berupaya mendaftarkan merek dagangnya ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), tetapi gagal.

“Karena nama tersebut sudah diklaim oleh perusahaan lain di Indonesia. Namun, kita harus tetap waspada untuk mencegah masuknya aplikasi itu," kata Fiki dalam pernyataan persnya.

"Mengizinkan Temu masuk ke Indonesia akan membahayakan UKM domestik, karena platform tersebut memungkinkan transaksi langsung antara pabrik-pabrik Tiongkok dan konsumen di negara tujuan," tambahnya.

Transaksi lintas batas secara langsung tanpa perantara seperti penjual, pengecer, atau dropshipper memungkinkan produsen untuk menjaga harga tetap sangat rendah.

Hal itu jelas akan menciptakan persaingan yang berpotensi merugikan UMKM di negara tempat mereka beroperasi.

“Mereka sudah masuk ke Amerika Serikat (AS) dan Eropa, bahkan sekarang sudah mulai ekspansi ke kawasan Asia Tenggara, khususnya di negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.

Baca Juga: Siapa Anisha Dasuki yang Jadi Moderator Debat Perdana Pilkada Jakarta 2024?

“Maka kita harus terus kawal agar tidak masuk ke Indonesia,” tegas Fiki, seperti dikutip Tirto.id

Temu selama ini menawarkan barang-barang konsumen dengan potongan harga besar yang sebagian besar dikirim langsung ke konsumen dari Tiongkok.

Temu mampu menawarkan produk dengan harga serendah itu karena beberapa alasan. Pertama, mereka mendapatkan produk mereka secara langsung dari produsen di Tiongkok, sehingga menghilangkan perantara dan mengurangi biaya.

Kedua, mereka tidak mengeluarkan uang untuk pencitraan merek atau pemasaran, karena produk mereka tidak bermerek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Bisnis.com, jakartaglobe.id, Tirto.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X