Pejuangkantoran.com Hari tanpa bayangan atau kulminasi utama atau Lahaina Noon, banyak dibahas bulan Oktober 2024 ini.
Kulminasi utama adalah fenomena matahari tropis yang terjadi semi-tahunan ketika posisi Matahari mencapai puncaknya di zenith pada siang hari, melewati tepat di atas kepala (di atas titik subsolar).
Dalam posisi ini, sinar matahari benar-benar tegak lurus vertikal di atas sebuah benda di permukaan bumi, sehingga tidak terlihat bayangan sama sekali. Jadi bukan tidak ada bayangan sama sekali.
Hari tanpa bayangan ini terjadi dua kali dalam setahun di wilayah tropis. Tepatnya berada di antara Garis Balik Selatan pada perkiraan lintang 23.4° LU dan Garis Balik Selatan pada kira-kira 23.4° LS) ketika deklinasi matahari menjadi sama dengan lintang lokasi tersebut,
Deklinasi matahari adalah sudut yang terbentuk antara arah pusat cakram matahari dan bidang ekuator (garis khatulistiwa), yang diukur dari pusat bumi. Deklinasi matahari merupakan fungsi waktu yang terus berubah.
Tanpa Bayangan Di Jawa
Kulminasi utama ini tidak terjadi sepanjang hari. Fenomena ini bisa teramati pada pukul 12:16 hingga 12:43 waktu setempat.
Bulan Oktober 2024 ini, beberapa wilayah Jawa mengalami fenomena karena gerak semu matahari ini. Akun X @zakiberkata mencatat, kulminasi utama di Jawa ini terjadi pada tanggal 8-14 Oktober 2024.
Menurut akun ini, tanggal dan wilayah yang mengalami kulminasi utama matahari di Pulau Jawa pada tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
- 08 Oktober: Merak, Serang, Karimunjawa;
- 09 Oktober: Tangerang, Depok, Jakarta, Bekasi, Karawang, Indramayu;
- 10 Oktober: Bogor, Subang, Sumedang, Cirebon, Losari, Tegal, Pekalongan, Jepara;
- 11 Oktober: Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Bandung, Semarang, Purwodadi, Lasem, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya, Sampang, Sumenep, Kep. Kangean;
- 12 Oktober: Garut, Tasikmalaya, Banjar, Majenang, Purbalingga, Wonosobo, Magelang, Surakarta, Madiun, Nganjuk, Jombang, Pasuruan;
- 13 Oktober: Pameungpeuk, Pangandaran, Cilacap, Kebumen, Yogyakarta, Wonogiri, Ponorogo, Kediri, Malang, Bondowoso, Situbondo;
- 14 Oktober: Pacitan, Trenggalek, Blitar, Kepanjen, Lumajang, Jember, Banyuwangi.
Bisa Jadi Atrakasi Wisata
Fenomena kulminasi utama atau tanpa bayangan ini bisa menjadi atraksi fenomena alam dan menarik wisatawan. Ini karena waktunya terbatas, hanya dua kali setahun, hanya di wilayah tropis, dan hanya pada waktu tertentu. Jadi sangat unik.
Sebagai contoh, di Honolulu, Hawaii, ada patung unik yang dinamai Sky Gate. Patung ini karya Isamu Noguchi. Patung ini bentuknya sekilas seperti piramida yang tidak utuh.
Artikel Terkait
Tata Cara Salat Gerhana Matahari dan Anjuran yang Sebaiknya Dilakukan
Hari Ini Gerhana Matahari Total, Cek di Sini Untuk Link Nonton Langsung Fenomena Alam (Bisa Jadi Teman Mudik)