Keberhasilan dalam menurunkan rasio NPL dan LAR tersebut dikarenakan BRI secara aktif memantau kualitas kredit dan mengadopsi Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah kredit sedini mungkin.
Selain itu, perseroan juga memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien.
Di samping kualitas kredit yang semakin membaik, BRI juga tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai dengan Non Performing Loan Coverage sebesar 215,44%.
"BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko, mulai dari selective growth, pemantauan kredit secara proaktif, penguatan pencadangan, hingga penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah," pungkas Sunarso.
Artikel Terkait
Mengapa 17 November 2024 Jadi Tanggal Penting untuk Peserta CPNS dan PPPK?
Menyetor Tugas Melewati Tenggat Waktu Membuat Pekerjaan Kamu Dinilai Lebih Buruk
Mana Yang Lebih Sehat? Susu Oat, Susu Almond, Atau Susu Sapi? Cek Fakt-Faktanya!
Lowongan Kerja Jadi Creative Manager di Sony Music Entertainment untuk Pasar Asia Tenggara
Helsinki Terpilih sebagai Destinasi Wisata Paling Berkelanjutan di Dunia
Berikut Ini Aneka Manfaat Dari Cokelat Yang Membuatnya Menjadi Makanan & Minuman Sehat
Kenali Dri-Fit Bahan Pakaian Olah raga Yang Punya Banyak Kelebihan. Awas, Ada Ada Yang Abal-Abal!