Artificial Intellegence atau AI di BRI Tidak Menggantikan Manusia Tapi Membantu Manusia Tingkatkan Produktifitas

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 Desember 2024 | 13:03 WIB
Peran AI dalam perbankan tidak menggantikan peran manusia namun mempermudah tugas manusia. (Freepik)
Peran AI dalam perbankan tidak menggantikan peran manusia namun mempermudah tugas manusia. (Freepik)

Pejuangkantoran.comAI (artificial intelligence) atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Tugas-tugas itu seperti mengenali pola, membuat keputusan, dan memproses bahasa alami.

AI sering kali didukung oleh algoritma pembelajaran mesin. Ini yang memungkinkan sistem untuk belajar dan berkembang seiring waktu.

AI sendiri telah ada selama beberapa decade ini dalam beberapa bentuk. Namun percepatan yang begitu pesat akan AI belakangan ini tak lepas dari kemajuan terkini dalam daya komputasi dan analisis data.

Saat ini, AI digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari mobil tanpa pengemudi hingga asisten pribadi virtual. Perbankan pun juga sudah memanfaatkan AI untuk berbagai hal.

Secara umum, pemanfaatan AI dalam industry perbankan antara lain untuk customer service, fraud detetction, credit scoring, portfolio management, product development, risk management, loan processing, operational efficiency, dan predicting customer churn.

Baca Juga: Bukti Komitmen Dalam Memanfaatkan Teknologi, BRI Raih Prestasi di Digital Banking Awards 2024 

Penerapan AI di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sendiri telah memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai bidang, salah satunya digunakan untuk credit scoring nasabah.

Credit scoring merupakan metode penilaian yang digunakan oleh bank untuk menentukan kelayakan kredit bagi nasabah. Dengan mengadopsi teknologi AI, akan memberikan keuntungan bagi BRI dalam menganalisis profil nasabah.

BRI juga terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasional, layanan, dan manajemen risiko. 

Salah satu fokus utama adalah sistem anti fraud dan analisis risiko, yang memungkinkan identifikasi pola melalui big data dari berbagai sumber, termasuk data yang tidak terstruktur.

Sistem ini digunakan untuk mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, dan mendukung produk-produk BRI.

Selain itu, AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office, tujuannya tak lain untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.

 Baca Juga: BRI Dukung Ekosistem Digital UMKM dengan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X