Ia berpendapat bahwa para dokter tidak bisa hanya mengandalkan AI untuk memberikan meningkatkan produktivitas, konsistensi, dan keselamatan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Harus digunakan dengan bijak
Alison Dennis dari firma hukum Taylor Wessing juga memperingatkan bahwa dokter perlu melangkah dengan hati-hati dengan penggunaan AI di bidang kedokteran.
“Ada risiko yang sangat tinggi bahwa AI tidak memberikan diagnosis atau jalur pengobatan yang lengkap atau benar,” peringatnya.
Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter
Menurutnya, alat AI yang telah dilatih dengan kumpulan data yang andal dan kemudian divalidasi sepenuhnya untuk penggunaan klinis, lebih cocok dalam praktik klinis.
Sementara untuk produk medis spesialis maka harus diatur dan menerima beberapa bentuk akreditasi resmi.
Selain itu, pastikan juga semua data yang dimasukkan ke dalam alat AI disimpan dengan aman di dalam infrastruktur sistem kesehatan yang berhak.
Dengan begitu, informasi hasil penggunaan AI di bidang kedokteran tidak bisa digunakan lebih lanjut sebagai data pelatihan tanpa perlindungan yang sesuai, apalagi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Kebakaran Los Angeles: Miley Cyrus Berbagi Kenangan Pahit dan Dukungan untuk Korban
Studi: Jangan Sembarangan Kirim Banyak Lamaran Kerja, Bisa Bahaya!
3 Pekerjaan Paling Diminati di 2025 Berdasarkan Studi
Tips dan Trik Jitu untuk Meningkatkan Peluang Karier di 2025, Jangan Lewatkan
Daftar Sudah Dirilis, Ini Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia 2025
10 Situs Web Penyedia Sponsor Visa Kerja di Australia, Bisa Dapat Tempat Tinggal Permanen!
2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten