Meski Suka Mengambil Risiko, untuk Investasi Gen Z Ternyata Lebih Suka Main “Aman”

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 24 Januari 2025 | 09:30 WIB
Ilustrasi: Gen Z semakin sadar untuk membeli produk investasi lebih awal, namun mereka masih memilih cara yang lebih konservatif. (Freepik/Lifestyle Memory)
Ilustrasi: Gen Z semakin sadar untuk membeli produk investasi lebih awal, namun mereka masih memilih cara yang lebih konservatif. (Freepik/Lifestyle Memory)

PejuangKantoran.comInvestasi kini menjadi hal yang semakin umum dilakukan, termasuk oleh karyawan muda di angkatan Gen Z.

Kelompok investor muda seperti kita biasanya lebih berani mengambil risiko karena memiliki waktu lebih panjang untuk menghadapi perubahan pasar dan mengejar pertumbuhan jangka panjang.

Meskipun begitu, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa Gen Z berencana mengambil pendekatan investasi yang lebih konservatif di 2025.

Baca Juga: BRI Berhasil Salurkan KUR Rp184,98T dengan Tetap Menjaga Kualitas Kreditnya. Ini Strateginya!

Penelitian yang dilakukan oleh eToro bersama Opinium ini, melibatkan 10.000 investor ritel dari 12 negara.

Survei tersebut mempelajari rencana alokasi investasi pada 2025 yang mencakup berbagai aset, seperti saham sektor pertumbuhan, rekening tabungan, obligasi berimbal hasil tinggi, saham dividen, dan aset kripto.

Gen Z lebih konservatif

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z berencana memprioritaskan investasi pada aset tunai, rekening tabungan, dan obligasi berimbal hasil tinggi.

Cara mereka berinvestasi jauh berbeda dengan generasi lain yang cenderung lebih beragam dalam alokasi.

Sikap konservatif ini cukup mengejutkan, terutama karena kelompok usia 18 – 27 tahun tersebut sering dianggap lebih berani mengambil risiko dan cenderung mengejar peluang di pasar saham.

Baca Juga: Apa yang Bikin Baim Wong Menganggap Film Sukma sebagai Proyek Ambisiusnya sebagai Sutradara?

Namun, situasi pasar saat survei dilakukan memungkinkan mereka mengunci keuntungan dan mengalihkan dana ke aset yang lebih stabil seperti pendapatan tetap atau rekening tabungan.

Ada faktor pendukungnya

Salah satu alasan utama karyawan muda melakukan hal tersebut adalah usia yang kini memasuki tahap dewasa. Banyak dari mereka yang mulai menabung untuk kebutuhan besar, seperti membeli mobil, rumah, atau mempersiapkan dana darurat.

Selain itu, data menunjukkan bahwa 52% dari generasi tersebut baru mulai berinvestasi dalam dua tahun terakhir. Alhasil, pengalaman mereka masih relatif terbatas dibandingkan generasi sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Market Watch

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X