PejuangKantoran.com - Harga tiket pesawat sering kali menjadi topik hangat, apalagi saat musim liburan atau periode puncak seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.
Meskipun ada berbagai upaya untuk menurunkan harga tiket, kenyataannya tiket pesawat tetap bisa terasa mahal.
Lalu, apa sih yang menyebabkan harga tiket pesawat begitu tinggi?
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga tiket pesawat adalah biaya avtur (bahan bakar pesawat).
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), biaya avtur menjadi komponen penting dalam menentukan harga tiket pesawat, terutama saat high season seperti libur Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Aplikasi Mengelola Anggaran dan Keuangan Terbaik Tahun 2025. Apa Saja Kriterianya?
Harga avtur yang seringkali mengalami kenaikan berpengaruh langsung pada biaya operasional maskapai, yang kemudian berimbas pada harga tiket yang lebih tinggi.
Selain itu, ada juga faktor harga sewa pesawat yang turut menyumbang biaya operasional maskapai.
Menurut data dari Garuda Indonesia, biaya sewa pesawat bisa mencapai ratusan ribu dollar AS per bulan, yang tentunya menambah beban yang harus ditanggung oleh maskapai. Biaya ini kemudian diteruskan kepada penumpang dalam bentuk harga tiket yang lebih mahal.
Meski biaya operasional maskapai cukup tinggi, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Dalam rangka menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang liburan Lebaran 2025, AHY mengungkapkan bahwa pemerintah akan berusaha menurunkan harga tiket pesawat dan transportasi umum lainnya.
Pada konferensi pers Januari 2025, AHY menyatakan bahwa pemerintah berhasil menurunkan harga tiket pesawat sekitar 10% selama musim liburan Natal dan Tahun Baru 2025.
Upaya ini melibatkan kerjasama antara berbagai pihak, mulai dari Pertamina yang berperan dalam menurunkan harga avtur, hingga maskapai seperti Garuda, Lion, dan Citilink yang turut berusaha menekan biaya operasional mereka.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan pengelola bandar udara untuk menurunkan biaya layanan di bandara yang sering kali menjadi faktor tambahan dalam harga tiket.
Baca Juga: Lowongan Kerja: Social Media & Digital Marketing Specialist di Apical
Artikel Terkait
Ukuran Feed Instagram yang Baru Bikin Pengguna Kagok, Gimana Cara Mengubah Tampilannya?
BRI Targetkan Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp2,92 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Dukung Asta Cita, BRI Dorong Pemerataan Ekonomi dan Sediakan Lapangan Kerja Berkualitas dengan AgenBRILink
Layanan Keuangan bagi Pekerja Migran Semakin Mudah berkat Jaringan Global BRI yang Luas
BRI Berhasil Salurkan KUR Rp184,98T dengan Tetap Menjaga Kualitas Kreditnya. Ini Strateginya!
Kekayaan Mayor Teddy Ternyata Mencapai Rp15 Miliar, Apa Saja Sih Harta Bendanya?
Denmark Jadi Negara Terbaik dalam Work-Life Balance, Pekerja Bahkan Diwajibkan Cuti Berbayar
Meski Suka Mengambil Risiko, untuk Investasi Gen Z Ternyata Lebih Suka Main “Aman”
Penerima Nobel Ekonomi dan Narasumber Terkemuka Lain akan Hadiri BRI Microfinance Outlook 2025
1.000 UMKM dengan Kualitas Internasional akan Hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025