PejuangKantoran.com - Dunia kecerdasan buatan (AI) global sedang dikejutkan dengan kemunculan DeepSeek, sebuah startup asal China yang telah mencuri perhatian industri teknologi, terutama di Amerika Serikat.
Meski baru didirikan pada tahun 2024, DeepSeek kini menjadi pesaing serius bagi AI besar asal AS seperti ChatGPT dari OpenAI dan Gemini.
Berikut adalah 4 fakta menarik yang mengungkap betapa besar guncangan yang ditimbulkan DeepSeek di pasar global.
Baca Juga: Tips Bagi Pemula Dalam Memulai Latihan Beban Agar Manfaatnya Bisa Optimal
1. Peluncuran yang Membuat Trump Bersikap Tegas
Presiden AS, Donald Trump, tidak tinggal diam menghadapi lonjakan popularitas DeepSeek yang dinilai sebagai ancaman bagi dominasi teknologi AS. Dalam sebuah pernyataan, Trump menyebutkan bahwa kemunculan DeepSeek harus menjadi peringatan serius bagi perusahaan-perusahaan teknologi di AS.
“Kita harus fokus agar bisa bersaing dan menang,” tegas Trump.
Dengan semakin berkembangnya DeepSeek, AS kini merasa terdorong untuk memperkuat posisi mereka di pasar teknologi yang semakin dipenuhi pemain-pemain baru, terutama dari China.
2. Modal Kecil, Dampak Besar: DeepSeek Menjadi Sorotan
Salah satu faktor yang membuat DeepSeek menarik perhatian adalah efisiensi biaya yang luar biasa. Meskipun baru diluncurkan, DeepSeek mampu menciptakan model AI yang sangat efisien dengan biaya pengembangan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pesaingnya.
DeepSeek mengklaim hanya menghabiskan sekitar 5,6 juta dolar AS (Rp90,8 miliar) untuk mendukung model AI terbarunya, DeepSeek R1.
Baca Juga: Squid Game 3 akan Jadi Musim Terakhir, Sutradara Buka Kemungkinan Spin-off
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya pengembangan AI dari AS, yang sering kali mencapai miliaran dolar. Kemampuan untuk menghasilkan produk canggih dengan modal terbatas ini menjadi salah satu alasan utama mengapa DeepSeek begitu diperhitungkan di pasar global.
3. Tumbuh Pesat di Tengah Pembatasan Ekspor Chip dari AS ke China
Menariknya, DeepSeek berkembang pesat meski di tengah pembatasan ekspor chip dari AS ke China yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah AS memang sengaja mengontrol ekspor chip ke China dengan alasan keamanan nasional, namun hal ini tidak menghalangi kemajuan DeepSeek.
Bahkan, keberhasilan startup ini dalam menciptakan AI dengan efisiensi tinggi meskipun ada hambatan akses terhadap komponen-komponen kunci menambah keunikan perjalanan perusahaan ini.
Artikel Terkait
Sekarang, AI Bisa Memprediksi Kesuksesan Karir Hanya dari Analisis Foto Wajah Seseorang
BPJS Kesehatan Akan Hapus Sistem Kelas 1,2,3, Tapi Ini Besaran Iuran yang Harus Dibayar
Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Rp126,7 Miliar Telah Disalurkan YBM BRILiaN Sepanjang 2024
Hampir 400 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Long Weekend Ini, Arah Ke Puncak Naik 50%
Google Didenda Rp202 Miliar oleh KPPU, Praktik Bisnisnya Memberatkan Pengembang Lokal?
2 Event Besar di ICE BSD City Akhir Pekan Ini: BRI UMKM EXPO(RT) dan Microfinance Outlook 2025
Survei Indikator: Gen Z Paling Puas dengan Kinerja Prabowo
Rayakan Imlek, Warga Tangerang dan Singkawang Terima Bantuan Sembako dari BRI Peduli
3 Jenis Formulir SPT Tahunan Pribadi dan Cara Mengisi SPT Jenis 1770 SS, Jangan Sampai Salah!
10 Rute Penerbangan Domestik Terpadat di Asia Tenggara, Paling Banyak Ada di Indonesia!