Prabowo: Narasi Isu Gaji Dipotong Itu Tidak Benar

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 16 Februari 2025 | 13:54 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

PejuangKantoran.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan oleh pemerintahannya tidak akan mempengaruhi operasional harian instansi pemerintahan.

Penghematan anggaran tersebut justru akan dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti penyediaan pupuk, bibit, dan perbaikan sekolah.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat acara silaturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang diadakan di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Jumat (14/2). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak partai politik yang tergabung dalam koalisinya untuk mendukung upaya penghematan ini.

“Tujuan efisiensi ini jelas, tetapi tidak akan mengganggu operasional sehari-hari,” kata Prabowo.

Baca Juga: Alasan Maliq & D'Essentials Tertarik Mengisi Soundtrack Film Jumbo dengan Lagu Milik Vina Panduwinata

Presiden juga menanggapi isu yang beredar mengenai pemotongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait penghematan anggaran. Ia menegaskan bahwa berita tersebut adalah tidak benar.

“Narasi mengenai pemotongan gaji ASN itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa efisiensi ini lebih difokuskan pada pengurangan kegiatan yang dianggap tidak terlalu penting, seperti perjalanan dinas ke luar negeri. Ia menilai bahwa berbagai kegiatan seperti seminar, forum diskusi, dan kunjungan kerja yang tidak langsung berdampak pada kebutuhan rakyat sebaiknya dikurangi.

“Rakyat membutuhkan mitigasi, pupuk, bibit, dan perbaikan sekolah. Tidak perlu lagi seminar-seminar,” ujarnya dengan tegas.

Pemerintah sendiri telah berhasil menghemat sekitar Rp 300 triliun tanpa mengganggu program-program penting, termasuk di sektor pendidikan.

“Kami sudah menghemat sekitar Rp 300 triliun, dan program-program penting, khususnya di bidang pendidikan, tetap berjalan,” tambah Prabowo.

Baca Juga: Istana Tepis Maraknya PHK Massal Imbas Efisiensi Anggaran: Hanya Kontrak yang Berakhir

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menegaskan mengenai kebijakan efisiensi anggaran. Ia menyebutkan bahwa efisiensi ini hanya berlaku pada kegiatan yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, seminar, dan berbagai kegiatan seremonial.

“Kegiatan yang terpengaruh efisiensi ini adalah hal-hal yang tidak esensial, seperti perjalanan dinas, seminar, serta kegiatan peringatan dan perayaan,” ungkap Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X