35% Tenaga Kerja di Industri Teknologi Kini Ditempati Perempuan, Namun Tantangan Masih Berliku

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 21:36 WIB
Ilustrasi: Walaupun perempuan di industri teknologi semakin banyak, masih banyak pula tantangan yang mereka hadapi. (Freepik)
Ilustrasi: Walaupun perempuan di industri teknologi semakin banyak, masih banyak pula tantangan yang mereka hadapi. (Freepik)

Untuk mendorong perubahan yang lebih besar dalam dunia kerja, “Keragaman gender dalam bidang teknologi harus diperkenalkan sejak usia dini, dan gender tidak boleh berperan dalam persepsi kemampuan siswa untuk menguasai keterampilan teknis," kata Krista Kihlander, Solutions Engineer di HackerOne.

Menurutnya, anak perempuan juga butuh role model, yaitu sosok perempuan yang sukses di dunia teknologi. Kalau mereka bisa melihat ada perempuan yang berhasil, mereka akan lebih percaya diri untuk mengejar mimpi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Baca Juga: Ada Dampak Kognitif yang Terjadi Jika Kewalahan dengan Pekerjaan, Saatnya Ambil Cuti dan Liburan!

Kate Lincoln dari Node4 menambahkan bahwa karier di dunia teknologi harus dikenalkan sejak sekolah dasar. Ia sendiri aktif mengunjungi sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman dan memberikan inspirasi bagi anak perempuan yang mungkin belum pernah berpikir untuk masuk ke dunia teknologi.

Masih ada tantangan, tapi kita bisa berubah

Walaupun ada kemajuan, kesenjangan gender di industri teknologi masih ada. Gaji perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki. Meskipun selisihnya sudah turun 1,3% sejak 2023, tapi tetap saja masih 6,9% lebih rendah.

Elena Arabgadi bilang bahwa kesetaraan gaji harus menjadi prioritas. Menurutnya, perusahaan harus memberi kesempatan yang sama bagi semua orang, tanpa memandang gender.

Kalau perempuan mendapat gaji dan kesempatan yang setara, industri teknologi justru akan semakin berkembang karena kombinasi perspektif laki-laki dan perempuan bisa menghasilkan inovasi yang lebih baik.

“Hari Perempuan Internasional bukan cuma soal perayaan, tapi juga panggilan untuk bertindak. Meskipun telah ada kemajuan dalam mencapai kesetaraan gender, masih banyak yang harus dilakukan, dan kita semua harus mendorong perubahan nyata,” ujar Becky Wallace.

Baca Juga: Tampilkan Banyak Karakter Baru, Santri Pilihan Bunda 2 Bakal Jadi Tontonan Ramadhan yang Ditunggu

Bagi para pemimpin perusahaan, mendukung perempuan di tempat kerja bukan cuma soal memberi semangat, tapi juga secara aktif memperjuangkan kesetaraan, mendengar suara mereka, dan menghilangkan bias yang masih ada.

Pastikan bahwa perempuan selalu punya tempat di meja keputusan, bukan hanya saat Hari Perempuan Internasional, tapi sepanjang tahun.

Buat kamu yang sudah ada di dunia teknologi, dukung perempuan lain untuk berkembang. Dan buat yang masih ragu untuk masuk ke bidang ini: ingat, teknologi bukan hanya untuk laki-laki. Dunia ini butuh lebih banyak perempuan hebat seperti kamu!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: HRnews.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X