PejuangKantoran.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat keputusan kontroversial dengan membekukan anggaran pemerintah untuk jaringan media penyiaran. Salah satu media yang mengalami dampak langsungnya adalah Voice of America (VOA) Indonesia.
Dengan dihentikannya sebagian besar operasional VOA Indonesia, para pegawai kontrak VOA Indonesia di Washington DC mengalami pemutusan kontrak kerja.
Ada sembilan pegawai kontrak terdampak, di mana lima di antaranya berstatus visa J1, yang artinya mereka harus kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Donald Trump Bekukan Dana Organisasi Media, VOA Berhenti Beroperasi dan Seluruh Staf Dirumahkan
Salah satunya adalah Rendy Wicaksana, jurnalis VOA Indonesia, yang sudah bekerja di sana sejak 2022.
Setelah mengalami pemutusan kontrak pada 17 Maret 2025 lalu, Rendy saat ini sedang menunggu kejelasan nasib dirinya, terutama mengenai upah, tunjangan kesehatan termasuk asuransi, hingga visa kerja.
"Semuanya serba dadakan dan tidak ada persiapan apapun. Saya bahkan tidak ada persiapan mental apapun untuk menghadapi kondisi ini,” ujar Rendy, yang terancam harus kembali ke Indonesia.
Jurnalis Gedung Putih VOA juga terdampak
Jurnalis VOA Indonesia lain yang juga mengalami nasib sama dengan Rendy adalah Patsy Widakuswara. Ia yang sejak 2003 bergabung dengan VOA, dan sejak 2018 menjadi jurnalis Gedung Putih, harus mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaannya tersebut.
Menulis di akun LinkedIn miliknya, Patsy mengaku tidak tahu bagaimana nasibnya di masa depan.
Baca Juga: BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri bagi Karyawan dan Nasabah
Namun, ia sangat bangga dengan dirinya dan rekan-rekannya yang selama ini memberikan liputan berita komprehensif dan menyampaikan kebenaran kepada para pemirsa VOA Indonesia.
Patsy bercerita, selama bekerja di sana menghasilkan lebih dari seribu artikel serta laporan televisi dan radio, di mana setiap berita yang dibuat artikel telah diteliti dengan cermat.
Ada setidaknya dua editor, dan dalam beberapa tahun terakhir, seorang editor senior tambahan, yang secara khusus memastikan bahwa artikel yang dibuatnya memenuhi standar Piagam VOA.
Ia menyebut Piagam VOA tersebut sebagai firewall yang melindungi jurnalisme independen dari pengaruh luar.
Artikel Terkait
Selain Gaji yang Tak Sebanding Beban Kerja, Apa Lagi Alasan Karyawan Enggan Naik Jabatan?
Agar Terhindar dari Smishing, Nasabah BRI Diimbau untuk Jaga Kerahasiaan Transaksi Perbankan
Oversharing Goals Kamu dengan Orang Lain Ternyata Bisa Menggagalkan Rencanamu. Kenapa?
Pendiri Amazon Jeff Bezos Ungkap Kunci Menemukan Potensi Diri untuk Meraih Kesuksesan
Ini Alasan Kenapa Kamu Tidak Boleh Bekerja Lebih dari 8 Tahun di Perusahaan yang Sama, Sekalipun Jadi Pemimpin!
Tidak Mau Hanya Tonjolkan Jumpscare, 'Penjagal Iblis: Dosa Turunan' Padukan Horor dan Slasher
Jangan Keseringan Bilang 'Saya Pikir' yang Terkesan Nggak Pede, Mending Ganti dengan Kata Ini!