5 Kasus Kematian Karyawan akibat Kelelahan Kerja, Terbaru: Karyawan KPP Pratama Bintan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 April 2025 | 09:07 WIB
Ilustrasi: Kelelahan kerja jangan diabaikan. Sudah banyak kasus kematian karyawan akibat bekerja lembur secara berlebihan. (Freepik)
Ilustrasi: Kelelahan kerja jangan diabaikan. Sudah banyak kasus kematian karyawan akibat bekerja lembur secara berlebihan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Masih ramai di media sosial mengenai berita meninggalnya seorang karyawan Kantor Pelayanan Pajak atau KPP Pratama Bintan.

Abang Muhammad Nurul Azhar, nama karyawan tersebut, meninggal dunia saat sedang bekerja di kantor, Kamis, 14 Maret 2025 lalu.

Tiga bulan belakangan Azhar memang bekerja keras untuk mengatasi sistem Coretax yang sering error. Sistem Coretax baru bisa diakses menjelang dini hari, padahal Azhar harus mengurus permasalahan administrasi pajak. Hal itu diduga membuatnya kelelahan.

Baca Juga: Merasa Sudah Melek Finansial, tapi 1 dari 3 Orang Ternyata Tidak Tahu Cara Kerja Rekening Tabungan

Azhar sendiri diketahui memiliki riwayat penyakit serius dan masih berobat secara rutin. Pada hari itu, Azhar masuk kantor pukul 07.30.

Namun sesampai di kantor ia mengeluh sesak nafas, lalu muntah. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit, tetapi dua jam kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Kasus-kasus kematian akibat kelelahan kerja

Kasus kematian karyawan akibat kelelahan kerja bukan baru pertama kali terjadi. Beberapa kasus yang mengabarkan hal serupa sempat viral di berbagai pemberitaan.

Copywriter agency bekerja 30 jam nonstop

Pada Desember 2013, Mita Diran (27), copywriter di agency Young & Rubicam Asia, meninggal dunia setelah bekerja nonstop selama 30 jam tanpa tidur.

Baca Juga: Di Balik Pembuatan Film Perang Kota, Apa yang Bikin Jerome Kurnia Sok Jual Mahal?

Hal itu diketahui dari tweet terakhir yang diunggahnya di Twitter (sekarang X) pada Sabtu 14 Desember 2013, pukul 17.47. Teman-teman Mita mengatakan, saat lembur itu Mita sempat mengonsumsi minuman berenergi, diduga untuk menambah staminanya.

"30 hours of working and still going strooong," tulis Mita melalui akun Twitter-nya, @mitdoq.

Sehari sesudahnya, Mita sempat pulang ke rumah untuk mandi. Setelah itu ia langsung pergi lagi untuk menemui seorang temannya. Namun baru beberapa jam pergi, Mita dikabarkan pingsan.

Keluarga segera melarikan Mita ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun setelah menjalani perawatan intensif selama 18 jam, Mita Diran meninggal dunia akibat pendarahan otak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Liputan6, Kompas.com, Detik, CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X