Ini Resiko Kalau Kamu Bilang 'Terima Kasih' dan 'Tolong' saat Menulis Prompt pada Chatbot AI

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 30 April 2025 | 17:56 WIB
Ilustrasi: Sebaiknya tidak usah membuat prompt dengan kata-kata yang sopan seperti "tolong" dan "terima kasih". (Freepik)
Ilustrasi: Sebaiknya tidak usah membuat prompt dengan kata-kata yang sopan seperti "tolong" dan "terima kasih". (Freepik)

PejuangKantoran.com - Apakah kamu terbiasa membuat prompt yang diawali dengan kata "tolong" dan diakhiri dengan "terima kasih" saat menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT?

Ternyata, semua basa-basi tersebut tidak diperlukan saat kamu menggunakan chatbot. Sebab, hal itu malah membutuhkan daya komputasi tambahan, alias biaya tambahan di dunia nyata. Mengapa?

Karena setiap interaksi dengan ChatGPT menghabiskan listrik. Perkiraannya, satu kueri membutuhkan sekitar 2,9 watt-jam atau sekitar 10 kali lebih banyak daripada pencarian Google standar.

Baca Juga: Cara Yang Tepat Agar Kamu Kembali Percaya Diri setelah Melakukan Kesalahan di Tempat Kerja

Dengan OpenAI yang menangani lebih dari satu miliar kueri setiap hari, penambahan “tolong” dan “terima kasih” yang tampaknya kecil ini terakumulasi secara signifikan.

Biaya ini berasal dari cara model bahasa memproses token (kata atau bagian dari kata). Jadi, setiap kata tambahan dalam sebuah prompt akan meningkatkan beban komputasi dan selanjutnya konsumsi energi.

Meskipun setiap prompt yang sopan mungkin hanya menambahkan 2-4 token per interaksi dengan biaya yang sangat kecil, yaitu $0,0000015 hingga $0,000002, tetapi jika dikalikan dengan jutaan pengguna setiap harinya, dampaknya akan sangat besar.

Biaya tambahan yang dibebankan

Pengungkapan fakta muncul saat OpenAI CEO Sam Altman memberi tanggapan atas pertanyaan acak di X dari seorang pengguna yang bertanya-tanya tentang biaya listrik yang terkait dengan interaksi dengan OpenAI.

Altman menjawab bahwa kata-kata sopan yang dituliskan menghabiskan biaya puluhan juta dollar.

Baca Juga: Meski Ekonomi Global Bergejolak, BRI Catatkan Laba Rp13,8 triliun

Meskipun jawabannya menunjukkan bahwa angka tersebut tidak dihitung dengan tepat, tetapi ini menekankan masalah yang sebenarnya mengenai sumber daya komputasi yang diperlukan untuk interaksi AI.

Faktanya, setiap interaksi ChatGPT membutuhkan energi yang signifikan, yaitu sekitar 0,14 kilowatt-jam per kueri atau setara dengan menyalakan 14 lampu LED selama satu jam.

Dengan OpenAI yang menangani sekitar 1 miliar kueri setiap hari, dengan memberikan tambahan seperti kata “tolong” dan “terima kasih”, secara substansial akan meningkatkan konsumsi energi secara keseluruhan.

Manfaat menggunakan kata sopan pada AI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Perplexity Ai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X