Namun, terlepas dari biayanya, mungkin ada manfaat praktis dari sopan santun dengan chatbot. Manajer desain Microsoft, Kurtis Beavers, mencatat bahwa menggunakan prompt yang sopan akan menentukan respons AI sehingga membuatnya lebih cenderung merespons dengan hormat juga.
Sebuah survei pada Desember 2024 menemukan bahwa 67% pengguna di Amerika bersikap sopan terhadap asisten AI.
Baca Juga: Ini Kata-kata Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Wafat ke Perawat Pribadinya
Sebanyak 55% di antaranya melakukan hal itu karena merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, dan 12% lainnya mengakui bahwa mereka bersikap sopan karena khawatir tentang potensi konsekuensi di masa depan jika AI menjadi lebih maju.
Bahkan, insinyur Carl Youngblood menganggap bahwa memperlakukan AI dengan sopan sebagai “keharusan moral”.
Jadi, perpaduan antara norma sosial dan kebiasaan, penulisan prompt yang sopan ini semakin dinormalisasi, meskipun ini meningkatkan tagihan listrik OpenAI.
Artikel Terkait
Bali dan Jakarta Masuk Daftar Destinasi Terbaik Dunia Versi Trip.Best Global Rankings 2025, Bisa Jadi Ide Libur Long Weekend
Sesuai Janji Kampanye, Gubernur DKI Jakarta Lakukan Pemutihan Ijazah yang Tidak Bisa Ditebus
Alasan Prabowo Soal Town Hall Danantara Tiba-tiba Digelar Tertutup Tanpa Media
Diawali dengan Libur Peringatan Hari Buruh, Masih Ada Dua Long Weekend selama Mei 2025
Waspada Serangan Phishing Terbaru lewat Gmail: Menerima Email Seolah Langsung dari Google
Tak Semua ASN Jakarta Wajib Naik Transportasi Umum Tiap Rabu, Ini Kriterianya
5 Gaya Rambut Bob Keren dan Klasik yang Terlihat Mewah Tanpa Usaha Berlebihan