Strategi Branding dan Digitalisasi dari Rumah BUMN Mengantar Sambal Kawani ke Mancanegara

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 15:15 WIB
Sambal Kawani, produk sambal kemasan binaan BRI pelajari strategi branding dan marketing dari Rumah BUMN. (BRI)
Sambal Kawani, produk sambal kemasan binaan BRI pelajari strategi branding dan marketing dari Rumah BUMN. (BRI)

PejuangKantoran.com - Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada tahun 2019 sempat membuat banyak usaha mati karena kehilangan pelanggan. Namun kejelian terhadap potensi pasar membuat Daniel Hendra mampu bangkit dari keterpurukan.

Sebelum pandemi, Daniel memang sempat mengelola restoran ayam goreng di salah satu wisma di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Waktu itu, omzet kami bisa mencapai Rp3,5 juta per hari dari penjualan masakan ayam. Namun, saat pandemi mulai meluas, orang-orang bekerja dari rumah dan food court jadi sepi,” kenang Daniel.

Baca Juga: Topi Koki Berwarna Putih atau Toque Blanche Itu Tak Sekadar Gaya Namun Punya Fungsi dan Makna

Alhasil, pemasukan Daniel pun menurun drastis. Bahkan, penurunan omzet ini berlangsung selama berbulan-bulan.

Saat beberapa pelanggan kembali untuk makan ayam goreng, ia menyadari ada satu elemen yang tetap dicari, yaitu sambal khasnya. Dari situlah, Daniel mulai melihat peluang baru.

Turning point-nya pada saat sudah Covid-19 mulai balik, orang mulai makan di luar lagi. Dan saat orang datang untuk makan ayam kita, ternyata mereka suka sambalnya. Dengan begitu, kita berpikir untuk fokus ke sambal aja,” ujar Daniel.

Terbetik ide untuk memproduksi sambal kemasan dengan merek Sambal Kawani. Produk sambal kemasan asal Jakarta ini menghadirkan rasa autentik masakan rumah khas Indonesia bagi siapa pun, termasuk diaspora yang merindukan kampung halaman.

“Kami sadar, orang suka sambalnya. Jadi, kenapa tidak dijual terpisah saja? Dari situ, kami mulai produksi sambal dalam kemasan,” tambahnya.

Seiring waktu, Daniel pun menyadari bahwa sambalnya tidak hanya digemari oleh pelanggan lokal, tetapi juga oleh mereka yang merindukan cita rasa masakan rumahan Indonesia.

Baca Juga: Si 'Night Owl' Tak Perlu Merasa Bersalah karena Lebih 'On' Jika Bekerja pada Malam Hari

Momen tersebut membuat Daniel berpikir ulang tentang cara agar sambalnya dapat menjangkau lebih banyak orang.

18 varian sambal

Keputusan itu terbukti tepat. Berawal dari dapur kecil usaha ayam goreng rumahan, kini Sambal Kawani berhasil membawa cita rasa autentik khas Indonesia ke mancanegara, khususnya di Taiwan. Pesanan dari Taiwan bahkan mencapai ribuan botol untuk setiap pemesanan.

“Tahun ini, permintaan dari Taiwan tidak hanya untuk sambal bawang, tetapi juga untuk varian rasa baru. Oleh karena itu, kami mulai mengembangkan lebih banyak varian rasa sambal yang sesuai dengan selera pasar,” ungkap Daniel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X