Berkat Program Pemberdayaan Perempuan dari BRI, Kelompok Wanita Tani Dari Wanagiri Ini Terus Berinovasi

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 Juni 2025 | 12:34 WIB
BRI mendorong partisipasi perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan Indonesia. (BRI)
BRI mendorong partisipasi perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan Indonesia. (BRI)

Pejuangkantoran.com Perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek aktif dan penggerak utama dalam pembangunan Indonesia. Meningkatkan partisipasi perempuan secara setara dan memberikan mereka akses serta perlindungan yang adil akan memperkuat fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Perempuan menjadi salah satu kontributor ekonomi dalam bidang tenaga kerja (informal maupun formal, termasuk UMKM, pertanian, industry rumahan, dan jasa). Selain itu Perempuan banyak yang menjadi pelaku UMKM yang mendukung pertumbuhan eonomi nasional maupun internasional.

Dan sangat banyak perempuan yang menjadi pengelola utama keuangan rumah tangga yang berdampak pada kestabilan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Perempuan juga bisa memberikan peranan penting untuk membantu pemberdayaan masyarakat agar semakin maju. Kisah ini bisa ditemui di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri yang berada di Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri, Sukasada, Bali.

Wanagiri adalah desa yang tak hanya berpotensi karena keelokan alamnya. Wanagiri juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang besar.

Menurut Ketua KWT Sari Amerta Giri, Ni Nyuman Budiani, kelompok ini pertama kali berdiri pada tahun 2009 yang tujuan awalnya adalah untuk pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: BRI Menanam – Grow & Green Pertegas Komitmen dan Konsistensi BRI Dalam Menerapkan Prinsip-Prinsip ESG

Sewaktu Ni Nyoman Budiani pertama kali tinggal di desa tersebut, diajak aktif untuk mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sari kemudian mengenal konsep kelompok wanita tani lewat salah satu kegiatan bersama anggota dewan.

“Dari situ akhirnya mulai terpikirkan untuk membuat kelompok serupa karena di Wanagiri masih belum ada,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ani ini kemudian mengumpulkan beberapa wanita dari desa untuk mendirikan wadah serupa. Ia mulai mengajak para perempuan di desa tersebut untuk membentuk kelompok tani agar menjadi wadah bagi mereka.

Tujuan pembentukan kelompok tersebut adalah untuk mendorong kemajuan para ibu di daerah itu dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pembangunan desa.

Ani juga mengundang tim penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian untuk memberikan pendampingan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri terbentuk pada tahun 2009 dengan jumlah anggota awal sebanyak 17 orang.

Awalnya KWT Sari Amerta Giri hanya fokus mengelola lahan pertanian milik anggota. Setelah mendapatkan bantuan berupa mesin roasting kopi dari Bupati yang menjabat saat itu,  KWT Sari Amerta pun mengembangkan kegiatan usaha lain.

Dari sini, KWT Sari Amerta mulai membuat produk kopi bubuk sendiri dan diberi label nama Dua Putri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X