Cerita Vishwashkumar Ramesh, Korban Selamat Air India, dan Para Penyintas Tunggal dalam Sejarah Kecelakaan Pesawat Lainnya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 17 Juni 2025 | 13:24 WIB
Ilustrasi pesawat Air Iindia, Boeing 787 Dreamliner yang mengalami kecelakan dan menewaskan hampir seluruh penumpangnya dan hanya menyisakan satu orang penumpang yang selamat. (Aeroprints.com)
Ilustrasi pesawat Air Iindia, Boeing 787 Dreamliner yang mengalami kecelakan dan menewaskan hampir seluruh penumpangnya dan hanya menyisakan satu orang penumpang yang selamat. (Aeroprints.com)

Pejuangkantoran.com - Kisah Vishwashkumar Ramesh menjadi sorotan dunia setelah ia dinyatakan sebagai satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat Air India, yang menewaskan 241 penumpang dan beberapa orang di darat.

Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dan menabrak asrama sekolah kedokteran di area pemukiman Ahmedabad, India.

Sebagian besar korban sulit dikenali, sehingga proses identifikasi masih terus dilakukan. Diperkirakan korban tambahan masih akan ditemukan di lokasi kejadian.

Ramesh berhasil menyelamatkan diri melalui pintu darurat yang rusak. Ia sempat terlihat berjalan perlahan di jalan dengan tubuh dipenuhi luka, sebelum akhirnya dievakuasi ke dalam ambulans.

Media Inggris menjulukinya sebagai keajaiban kursi 11A. Dari ranjang rumah sakit, Ramesh mengaku tidak menyangka bisa bertahan hidup.

Meski sangat sulit dipercaya, tetapi kejadian seperti Ramseh ini pernah terjadi sebelumnya. Dalam sejarah, ada beberapa kasus lain di mana hanya satu orang yang berhasil selamat dari kecelakaan pesawat besar.

Baca Juga: Buat Apa Sih, Pramugari Meminta Membuka Penutup Jendela di Pesawat Saat Takeoff dan Landing?

Ahli pengobatan bencana dari Northeastern University menjelaskan bahwa meskipun peluangnya kecil, bertahan dari kecelakaan semacam ini tetap mungkin terjadi.

Dalam dunia medis, kasus seperti ini dikenal sebagai penyintas tunggal.

Faktor seperti posisi duduk, arah dan kekuatan benturan, pola kerusakan pesawat, serta respons cepat penyintas berperan sangat besar.

Kisah para penyintas lain di masa lalu

Sejak 1929, beberapa orang pernah mengalami kejadian serupa.

Salah satu contohnya adalah Lou Foote, pilot asal Amerika yang selamat dari kecelakaan di New Jersey dan kembali terbang tiga bulan kemudian.

Lalu, ada juga Juliane Koepcke yang berhasil selamat dari pesawat yang hancur dan jatuh ke hutan Peru pada 1971. Ia bertahan selama sepuluh hari dalam kondisi terluka dan sendirian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CBC News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X