Pejuangkantoran.com – Berita duka datang dari Selat Bali, Rabu 2 Juli 2025. Kapal feri penyebrangan KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, Rabu malam.
Kapa feri ini melayani penyeberangan Banyuwangi – Bali. Malam itu, KMP Tunu Pratama Jaya membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta mengangkut 22 unit kendaraan.
Diduga, insiden itu terjadi karena terjadi kebocoran di ruang mesin Kapal KMP Tunu Pratama Jaya sehingga menyebabkannya terbalik saat sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Sebanyak 35 total korban telah ditemukan hingga Kamis (03/07/2025), 31 diantaranya selamat namun empat orang lainnya dinyatakan tewas.
Sebagai negara kepulauan dan banyak pulau-pulau yang dipisahkan oleh selat dan dilayani dengan penyeberangan kapal feri secara komersial.
Secara resmi, penyeberangan antar pulau di Indonesia dilayani oleh Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mulai tahun 1973. Waktu itu BUMN ini masih menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI.
Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Beli Tiket Kapal Buat Mudik Pakai Brimo, Cepat dan Praktis!
Sementara itu, sejarah penyeberangan dengan kapal feri di dunia sangat panjang. Dengan fungsi sebagai alat untuk menyeberangkan orang dan barang melalui Sungai atau teluk, konsep feri sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Tercatat seperti Mesir kuno, Yunani, dan Toma sudah menjalankan moda penyeberangan ini dengan rakit sederhana yang digerakkan dengan tonglat panjang, dayung, atau layar.
Baru abad pertengahan, sistem kapal feri berkembang lebih sistemati di Eropa, terutama Inggris da Belanda. Sistem ini digunakan untuk menyeberangi Sungai-sungai besar dan saluran air.
Penggerak feri ini ditarik dengan tali atau rantai yang ditambatkan di kedua sisi Sungai atau saluran.
Seiring dengan revolusi industri dengan penemuan mesin uap pada era tahun 1800an, penyeberangan dengan kapal feri mengalami inovasi besar. Kapal juga feri memanfaatkan mesin uap sebagai tenaga penggerak.
Kapal feri dengan mesin uap pertama yang terkenal salah satunya adalah Juliana pada tahun 1811. Kapal feri uap ini dioperasikan oleh Joh Stevens di Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Digantikan Sang Anak Mengikuti Kapal Selam Titan, Ibu Korban Akui Dia lah yang Mengusulkan Wisata Itu
Paskibraka dari Papua Selatan, Juan Paulinus Faya Naik Kapal 5 Hari 5 Malam untuk Ikut Seleksi
Survei Kementerian Perhubungan: Pemudik Lebaran Biasa Gunakan 4 Moda Transportasi Darat Ini
Jadi Pilihan Terfavorit Pemudik Lebaran, Inilah 3 Alasan Menentukan Kereta Api Jadi Moda Transportasi Bepergian
Naik Transportasi Umum Pun Butuh Etika untuk Kenyamanan Bersama. Berikut Ini Daftarnya!
Kemenhub Gelar Mudik Gratis Nataru 2024/2025 via Darat, Kereta Api, dan Laut. Daftar, Yuk!