Lewat Program BRI, Couplepreneur Craftote Sukses Ekspor Kerajinan Lokal ke Asia dan Amerika

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 7 Juli 2025 | 16:33 WIB
Kisah sukses UMKM kerajinan Craftote yang dibina BRI. (BRI)
Kisah sukses UMKM kerajinan Craftote yang dibina BRI. (BRI)

PejuangKantoran.com -  Pasangan suami istri asal Jakarta, Thio Siujinata dan Rika Christina, berhasil membawa merek kerajinan tangan Craftote menembus pasar internasional, termasuk Jepang dan Kanada, berkat semangat wirausaha sosial yang mereka bangun sejak 2021.

Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan berbagai program pemberdayaan UMKM yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Craftote lahir dari keprihatinan keduanya terhadap rendahnya apresiasi masyarakat terhadap produk kerajinan lokal. Dengan latar belakang sebagai desainer, mereka memilih jalur menjadi couplepreneur dan menciptakan konsep unik: galeri kerajinan yang berpadu dengan coffee shop.

Tujuannya bukan hanya menjual produk, tapi juga menciptakan pengalaman bagi pengunjung untuk mengenal kerajinan berbahan dasar serat alam seperti eceng gondok, purun, pelepah pisang, rotan, hingga bambu.

"Konsep kami bukan sekadar menjual kopi, tapi memperkenalkan produk ramah lingkungan karya pengrajin lokal. Semua dikerjakan manual, dan kami mengusung semangat go green," kata Thio.

Baca Juga: ESDM Tunjuk Pertamina Jalankan Kebijakan LPG Satu Harga Mulai 2026

Craftote memproduksi berbagai jenis kerajinan, mulai dari tas hingga dekorasi rumah, dengan harga yang bervariasi dari Rp50 ribu hingga Rp3 juta. Mereka juga menawarkan layanan custom untuk pelanggan yang menginginkan desain khusus.

Meski kini telah rutin mengekspor ke luar negeri, perjalanan Craftote tidak selalu mulus. Thio mengakui bahwa titik balik perkembangan usaha mereka dimulai sejak mengikuti program Rumah BUMN BRI Jakarta di akhir 2021. Melalui berbagai pelatihan seperti pencatatan keuangan, efisiensi produk, hingga strategi bisnis model canvas, pasangan ini mulai memahami bagaimana mengelola usaha secara menyeluruh.

"Awalnya kami hanya fokus produksi dan jualan, tapi melalui program BRI kami belajar bagaimana bisnis bisa bertahan dan tumbuh," ungkap Thio.

Tak hanya itu, Craftote juga aktif mengikuti berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya seperti BRI UMKM EXPO(RT) 2025 dan BRI Incubator, yang memberi mereka akses ke pasar ekspor dan keterampilan manajerial yang lebih matang. Kini, mereka bersiap menargetkan pasar Eropa sebagai langkah ekspansi berikutnya.

Baca Juga: Tak hanya Pacu jalur di Riau, Indonesia Punya Banyak Balap Perahu Tradisional. Berikut Daftarnya!

Namun bagi Craftote, kesuksesan bisnis bukan satu-satunya tujuan. Mereka juga menjalankan misi sosial, antara lain melalui pelatihan barista dan kewirausahaan bagi anak-anak panti asuhan dan pemuda dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki keterbatasan akses pendidikan formal.

“Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan dampak sosial. Kami ingin membantu lebih banyak orang berkembang bersama,” jelas Thio.

Menanggapi kiprah Craftote, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menyatakan bahwa komitmen sosial Craftote sejalan dengan visi BRI dalam mendukung UMKM agar bisa naik kelas dan bersaing di pasar global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X