Berkat Bantuan Modal BRI, Supplier Ikan Asal Komering Ilir Ini Berhasil Kembangkan Usaha dan Jadi Suplier MBG

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 13 Juli 2025 | 13:03 WIB
Berkat bantuan modal dari BRI, UMKM penyedia ikan di Komering Ilir berkembang usahanya dan menjadi suplier MBG. (BRI)
Berkat bantuan modal dari BRI, UMKM penyedia ikan di Komering Ilir berkembang usahanya dan menjadi suplier MBG. (BRI)

Pejuangkantoran.comProgram pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program yang menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk meningkatkan gizi, kesehatan, dan daya pikir masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.

Program ini di antaranya adalah bertujuan mencegah stunting, menurunkan angka kekurangan gizi, meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, dan membantu ekonomi keluarga. Salah satu menu yang bisa menyediakan gizi yang dibutuhkan untuk hal tersebut adalah menu ikan.

Seperti kita tahu, kandungan gizi utama dalam ikan sangat kaya dan bervariasi. Ikan mengandung protein yang tinggi, lemak sehat (Omega 3), vitamin (D, B kompleks, dan vitamin A), mineral (yoidum, selenium, zat besi, forsfor dan kalsium, magnesiun dan kalium), serta air dan kalori.

Di Kayu Agung, Kabupaten Komering Ilir, Sumatera Selatan, menu ikan menjadi salah satu menu MBG. Ikan diambil dari pemasok lokal, salah satunya adalah Engga. Engga ini dikenal sebagai salah satu penyuplai ikan terbesar bagi para pedagang di Pasar Kayu Agung.

Engga adalah pelaku UMKM yang menjadi penyedia bahan menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang mendapat bantuan dari BRI.

Baca Juga: BRI Fokus Himpun Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang 

Partisipasi Aktif BRI Mendukung MBG

BRI berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), selain dikenal sebagai bank yang memiliki komitmen kuat terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat. Usaha Engga adalah salah satu UMKM yag mendapatkan bantuan dari BRI.

Usaha Engga dirintis sejak tahun 2015. Ia mulai berdagang di Pasar Kayu Agung dengan menjadi pemasok bagi para pedagang ikan eceran di sana. Seiring waktu usahanya makin dikenal dan jumlah pelanggan pun bertambah.

Rata-rata penjualan ikan dagangan engga lebih dari 700 kilogram ikan setiap harinya. Jumlah tersebut, menurutnya, hanya untuk ikan patin saja, karena jenis itu merupakan yang paling banyak dicari di daerahnya.

Selain patin, ikan nila juga cukup diminati, meskipun tidak sebanyak ikan patin

Usaha Engga termasuk yang terdampak positif dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai tujuan pemerintah, MBG tak hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia saja, tapi juga membuka akses perputaran roda ekonomi untuk masyarakat juga.

Dua katering yang sudah lama menjadi pelanggannya ternyata ada yang menjadi penyuplai program MBG. Dari situ, penjualannya pun semakin meningkat. Usaha catering tersebut sering membeli ikan dari Engga sebagai persediaan.

“Dengan adanya program MBG ini memang menambah penjualan saya, karena kalau mereka pesan untuk stok barang itu bisa sampai 100 kg” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X