Karena itu, fokus CoE pada pelatihan talenta lokal jadi krusial. Ini karena tanpa manusia yang paham, GPU terkencang pun hanya besi mahal.
Seperti kata Vikram Sinha, “Manusia tetap jadi inti supaya AI benar‑benar bermanfaat.”
Bukan proyek tunggal
CoE ini bukan satu‑satunya fasilitas AI milik Indosat.
Tahun lalu, Indosat & NVIDIA mengumumkan investasi US$ 200 juta untuk membangun pusat komputasi AI di Surakarta, Jawa Tengah, yang diharapkan beroperasi akhir 2024.
Di sisi software, Indosat dan GoTo sudah merilis Sahabat‑AI, model bahasa besar (LLM) berbahasa Indonesia dan daerah agar pengembang lokal lebih mudah membuat aplikasi AI yang mengerti ” konteks Nusantara.
Untuk langkah berikutnya, Komdigi sedang menyiapkan regulasi AI nasional, termasuk pedoman etika dan standar keamanan, yang membuat inovasi tetap aman dan inklusif.
Dengan ekosistem infrastruktur, talenta, dan regulasi yang makin matang, target “Indonesia Digital 2045” diharapkan bukan lagi mimpi jauh di awan. ***
Artikel Terkait
Lowongan Kerja: Startup Pengembang Kecerdasan Buatan Kata.ai Buka Posisi Account Manager
Qatar Airways Perkenalkan Cabin Crew dengan Kecerdasan Buatan (AI)
Nvidia Kalahkan Microsoft dalam Kapitalisasi Pasar untuk Menjadi Perusahaan Paling Bernilai
Persaingan Ketat dalam Dunia Kecerdasan Buatan: DeepSeek Mengguncang Pasar dengan Inovasi Baru
Jangan Mentah-Mentah Memercayai AI, Berikut 7 Cara Utama Yang Bisa Membuatmu Selalu Kritis Terhadapnya
Pengguna Sudah Bisa Pakai AI di Google Workspace, Persaingan dengan Microsoft 365 Makin Panas