Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan Siap Pindah ke Finlandia bersama Keluarga sebelum Ditemukan Tewas

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 17 Juli 2025 | 21:48 WIB
Penyebab kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan masih belum terungkap. (Facebook/Arya Daru Pangayunan)
Penyebab kematian diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan masih belum terungkap. (Facebook/Arya Daru Pangayunan)

PejuangKantoran.comDiplomat muda dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Posisi korban saat ditemukan cukup mencurigakan, yaitu kepala dililit lakban dan tubuhnya terbaring di atas tempat tidur. Pintu kamar juga dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada tanda kerusakan atau kehilangan barang-barang di lokasi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, menjelaskan bahwa kasus mencurigakan ini sedang ditangani oleh tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Jangan Makan 5 Hidangan Ini Saat Makan Malam, Agar Tidur Lebih Nyenyak dan Badan Lebih Sehat

Menurut Karyoto, polisi tengah menunggu hasil forensik dari berbagai sumber, termasuk rekaman CCTV, hasil autopsi, hingga pemeriksaan digital seperti isi laptop milik korban.

Ia berharap hasil penyelidikan ini bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu.

Kemungkinan besar pembunuhan berencana?

Meski belum ada kepastian mengenai penyebab kematian Arya Daru, kriminolog Haniva Hasna menyatakan bahwa kasus ini mengarah pada dugaan pembunuhan berencana.

Ia menilai cara pelaku melakukannya cukup rapi dan tertutup.

“Kondisi kepala korban yang dilakban dan tidak ada tanda perlawanan keras mengindikasikan bahwa ini bukan kejadian spontan,” ujarnya, dikutip MetroTV News.

Baca Juga: Lama Berada di Ruangan Ber-AC Memang Nyaman, tapi Bisa Juga Jadi Musuh dalam Selimut. Mengapa?

Haniva juga menduga bahwa pelaku kemungkinan besar adalah orang yang dikenal oleh korban dan paham lingkungan kos.

Ia menambahkan bahwa kasus ini kemungkinan akan sulit dipecahkan karena minim bukti dan tidak ada senjata atau rekaman pelaku masuk ke kamar.

Apalagi, ia memperkirakan bahwa pelakunya cukup terlatih atau sangat berhati-hati dalam meninggalkan jejak.

Untuk mendalami kasus ini, Haniva merekomendasikan polisi melakukan audit digital menyeluruh terhadap perangkat korban, termasuk melacak riwayat pesan, panggilan terakhir, lokasi ponsel, dan aktivitas keuangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN Indonesia, Tribun News, MetroTV News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X