Fahmi menegaskan, jika terbukti ada pola koordinasi, maka kasus ini harus dilihat sebagai bagian dari strategi mobilisasi massa, bukan sekadar peristiwa kriminal biasa.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya analisis yang hati-hati agar tidak terjebak pada teori konspirasi tanpa bukti.
Hal yang lebih mendesak, kata Fahmi, adalah bagaimana negara merespons dengan cepat, yaitu dengan menangkap pelaku, mengusut jaringan di belakangnya, sekaligus mengembalikan rasa aman masyarakat.
Baca Juga: Survei: 5 Alasan Bos-bos di Perusahaan Lebih Banyak Menggunakan ChatGPT daripada Karyawan
Pesan Sri Mulyani
Meski rumah Sri Mulyani dijarah, Menteri Keuangan yang sudah menjabat selama empat periode itu tetap menyampaikan pesan yang menenangkan melalui akun Instagram-nya.
Menurutnya, dalam kerusuhan tidak pernah ada pemenang. Yang ada adalah hilangnya akal sehat, rusaknya harapan, runtuhnya fondasi berbangsa dan bernegara kita, negara hukum yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Jangan biarkan dan jangan menyerah pada kekuatan yang merusak. Jaga dan terus perbaiki Indonesia bersama, tanpa lelah, tanpa amarah, tanpa keluh kesah, dan tanpa putus asa,” tulisnya.
Artikel Terkait
Cara Media Asing Melihat Demo Indonesia, Mulai dari Frustrasi Rakyat sampai Janji Prabowo
Drama Hilangnya Kucing Uya Kuya yang 'Dijarah', Diselamatkan Cat Lover hingga Artis Sherina Munaf
Eko Patrio Masih Cari River, Satu Kucingnya Sudah Aman bersama Dewi Perssik
Harta Kekayaan Uya Kuya Jadi Sorotan setelah Rumahnya Digerebek Massa, Sudah Kaya sebelum Jadi Anggota DPR?
Matcha Makin Digemari oleh Gen Z dan Millenial. Bakal Menggantikan Posisi Kopi? Simak Perbandingannya!
Sama-Sama Mengandung Kafein, Mengapa Matcha Lebih Cocok Untuk Membuat Fokus Lebih Tajam Dibanding Kopi?
Ini Makna dan Cara Membuat Foto Pink Hijau yang Jadi Simbol Solidaritas Warganet