Sewa Naik Drastis, Plaza 2 Blok M yang Sempat Hits Kini Kosong Lagi Ditinggal Pedagang UMKM

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Minggu, 7 September 2025 | 18:48 WIB
UMKM Kuliner di District Blok M Pamit Serentak
UMKM Kuliner di District Blok M Pamit Serentak

Menurut Wira, para pedagang awalnya rutin membayar sewa ke Koperasi Pedagang Pasar Pusat Melawai Blok M (Kopema).

Namun, belakangan terungkap bahwa uang itu tidak disetorkan ke pengelola resmi, yaitu PT MRT Jakarta.

Akibatnya, pada Juli 2025 listrik di Plaza 2 sempat diputus selama beberapa jam. Pedagang pun dipaksa membayar lagi lima bulan sewa langsung ke MRT agar listrik kembali menyala.

Ketua koperasi merasa difitnah

Ketua Koperasi, Sutama, membantah tuduhan bahwa pihaknya menaikkan tarif sewa. Ia menyebut penetapan harga baru sepenuhnya keputusan MRT Jakarta.

“Saya difitnah. Yang bikin kenaikan sewa itu MRT, bukan kami,” ujarnya.

Sutama juga menolak istilah “sewa” karena menurutnya para pedagang adalah bagian dari UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta, bukan penyewa biasa seperti di mal besar.

Ia menilai, penggunaan istilah sewa membuat posisi pedagang dianggap tidak punya hak.

Baca Juga: TransJakarta Rute ke Bandara Soekarno-Hatta Melayani Penumpang hingga Pukul 24.00

Gubernur Jakarta turun tangan

Di sisi lain, Gubernur Jakarta Pramono Anung langsung turun tangan meninjau Plaza 2 Blok M.

Ia menemukan fakta bahwa memang ada pedagang yang diminta membayar jauh di atas tarif yang seharusnya.

Menurut kesepakatan awal, harga sewa hanya boleh berkisar Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan. Namun di lapangan ada pedagang yang dipungut hingga belasan juta rupiah.

“Saya sudah cek langsung, benar ada pedagang yang diminta bayar di atas ketentuan. Kalau koperasi melanggar kesepakatan, kerja samanya harus dihentikan,” tegas Pramono.

Kini, Plaza 2 Blok M kembali lengang. Setelah sempat jadi pusat kuliner baru yang hits di Jakarta, kawasan itu lagi-lagi ditinggalkan para pedagang kecil karena masalah tarif sewa yang tak jelas. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: kompas.com, CNBC Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X