Gen Z di Nepal Pilih Perdana Menteri Baru lewat Discord, Jadi Pemilu Digital Pertama di Dunia?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 16 September 2025 | 09:12 WIB
Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, terpilih sebagai Perdana Menteri sementara melalui jajak pendapat Gen Z di Discord. (Discord/AFP/Prakash Mathema)
Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, terpilih sebagai Perdana Menteri sementara melalui jajak pendapat Gen Z di Discord. (Discord/AFP/Prakash Mathema)

“Banyak dari kami tidak tahu soal politik, tapi kami bertanya, mendapat jawaban, dan mencoba memahami bersama,” ujarnya.

Diskusi itu membahas banyak isu penting, mulai dari lapangan kerja, reformasi polisi, kondisi universitas, hingga layanan kesehatan.

Moderator bahkan sampai terus mengingatkan agar peserta fokus pada pertanyaan utama, yaitu siapa pemimpin berikutnya?

Baca Juga: Tinggalkan Karirnya sebagai Menkeu, Sri Mulyani Nikmati Waktunya bersama Keluarga dan Bestie-nya

Lima nama masuk daftar pendek. Mulai dari aktivis sosial Harka Sampang, hingga walikota Dharan Mahabir Pun, politisi independen Sagar Dhakal, pengacara muda Rastra Bimochan Timalsina, dan Sushila Karki.

Pada akhirnya, Karki yang terpilih karena rekam jejaknya melawan korupsi.

Tantangan demokrasi digital

Meski terlihat sebagai pembaruan yang demokratis, cara ini bukan tanpa masalah. Risiko manipulasi akun ganda, penyebaran hoaks, hingga infiltrasi kelompok lain cukup besar.

Karena itu, para penggerak Gen Z membuka kanal fact check untuk melawan kabar palsu.
Mereka juga harus menghadapi isu serius seperti rumor tentang asal-usul pemimpin protes atau kabar bohong soal mantan raja yang disebut ikut campur.

Namun, banyak orang melihat gerakan ini sebagai wajah baru demokrasi.

Baca Juga: Yudo Sadewa, Si “Bocah Trader” Anak Menteri Keuangan yang Kini Jadi Sorotan Publik

“Ini jauh lebih egaliter. Siapa pun bisa ikut bicara tanpa takut dibungkam,” kata jurnalis Pranaya Rana.

Langkah anak muda ini adalah peluang untuk menanamkan nilai penting seperti integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang selama ini hilang dari politik Nepal.

Eksperimen demokrasi lewat Discord ini mencatat sejarah bahwa generasi muda Nepal menunjukkan mereka tidak hanya berani turun ke jalan, tetapi juga berani mencari cara baru untuk membangun masa depan negaranya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X