Fenomena Job Hugging Meningkat Belakangan Ini Secara Global. Apa Penyebabnya dan Bagaimana di Indonesia?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 15 September 2025 | 14:51 WIB
Fenomena job hugging meningkat belakangan ini secara global didorong antara lain karena ketidakpastian ekonomi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Fenomena job hugging meningkat belakangan ini secara global didorong antara lain karena ketidakpastian ekonomi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comFenomena job hugging saat ini sedang menjadi tren di seluruh dunia. Ini adalah fenomena ketika seseorang mempertahankan pekerjaannya meskipun itu bukan pekerjaan yang ideal.

Menurut Forbes, alasannya berbagai macam. Bagi sebagian orang ini masalah  loyal kepada tim dan tidak mau kehilangan manfaat yang didapat selama ini. Namun sebagian orang melakukannya karena alasan keamanan finansial,

Job hugging sebenarnya fenomena yang sudah terjadi dalam puluhan tahun, namun menjadi hangat diperbincangkan lagi belakangan ini.

Untuk yang belakangan ini, kekuatiran atas ketidak pastian ekonomi, pasar kerja yang sulit, atau kekhawatiran tentang kehilangan pekerjaan, menjadi relevan apabila job hugging menjadi fenomena.

Seperti yang disampaikan oleh Bisnis.com dalam lamannya.  Web site ini mengutip bahwa sebuah studi terbaru mengungkapkan adanya penurunan tren perpindahan pekerjaan (job hopping),

Menurut data Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat yang dikutip oleh web site ini, menyebutkan bahwa pasar tenaga kerja, pada tahun 2024, terdapat 39,6 juta pekerja yang mengundurkan diri, turun 11% dari tahun 2023 dan 22% dari tahun 2022.

Baca Juga: Dua Bulan Berturut-turut, Jawa Barat Menempati Peringkat Pertama Angka PHK Tertinggi di Indonesia

Ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak lagi berpindah pekerjaan (job hopping) seperti sebelumnya. Fenomena job hugging ini muncul belakangan ini karena adanya ketidak pastian ekonomi.

Rasa khawatir akan terkena PHK (lay off) menghantui para pekerja formal saat ini, termasuk di Indonesia. Menurut Kompas TV, di Indonesia gelombang PHK di tahun 2025 meningkat tajam.

Dari data Kementerian Ketenagakerjaan yang dikutip Kompas TV, menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2025, ada 42.385 pekerja yang terkena PHK. Angka ini meningkat 32% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Selain itu kesempatan kerja formal yang makin sempit juga membuat pekerja formal berpikir dua kali lipat untuk melepas pekerjaan tetap yang sudah mereka pegang.

Baca Juga: 3 Cara Tetap Bertahan Jalani Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai, Cari Rekan Kerja Senasib!

Dampak Positif-Negatif

Dengan kondisi-kondisi seperti ini, seperti pergantian pekerjaan tidak lagi menjamin kenaikan gaji yang signifikan atau peluang yang lebih baik karena kondisi ekonomi yang lebih sulit, PHK, dan meningkatnya kekhawatiran pengangguran, membuat job hugging adalah langkah paling realistis yang diambil oleh orang yang sudah punya pekerjaan formal dan tetap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Bisnis.com, Forbes, Kompas TV, Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X