Hati-hati, Banyak Konten Buatan AI Menyerbu Wikipedia, Kenali Mana Tulisan Buatan Mesin!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 September 2025 | 21:39 WIB
Ilustrasi: Banyak konten buatan AI yang lolos ke Wikipedia. Para editor berusaha keras memperbaikinya. (Freepik/Fabrikasimf)
Ilustrasi: Banyak konten buatan AI yang lolos ke Wikipedia. Para editor berusaha keras memperbaikinya. (Freepik/Fabrikasimf)

Wikipedia memang sudah terbiasa menghadapi propaganda, tapi kali ini lawannya jauh lebih canggih dan masif.

Bisakah editor Wikipedia mengenali tulisan AI?

Katanya sih, para editor berpengalaman punya trik-trik khusus untuk mendeteksi konten yang dicurigai buatan mesin. Misalnya:

Baca Juga: Sering Ngerasa Produktivitas Menurun dan Sering Typo di Sore Hari? Tenang, Ada Alasan Ilmiahnya Nih

Gaya bahasa yang salah tempat. Wikipedia selalu memakai sudut pandang orang ketiga, sedangkan AI kadang kebablasan jadi terlalu “ngobrol” dengan pembaca. Kalau ada kalimat seperti “Anda mungkin bertanya-tanya…”, ini patut dipertanyakan siapa penulisnya.

Alur tulisan yang janggal. Artikel buatan manusia biasanya punya alur yang konsisten. AI sering lompat-lompat antar topik, atau mengulang informasi dengan kata berbeda.

Perubahan nada. Artikel bisa dimulai dengan bahasa formal ala akademik, lalu tiba-tiba jadi kasual. Konsistensi gaya adalah ciri khas penulis manusia berpengalaman.

Selain pola bahasa, ada juga indikator teknis. Banyak artikel AI yang memakai kutipan palsu, misalnya buku dengan ISBN fiktif, penerbit yang tidak pernah ada, atau jurnal dengan DOI karangan.

Terkadang ada juga tautan web yang terlihat rapi tapi ujung-ujungnya error page.

Editor terkadang juga bisa melacak pola perilaku akun. Misalnya, akun baru yang tiba-tiba membuat banyak artikel panjang dengan format sangat mirip di topik berbeda. Tanda-tanda seperti inilah yang bisa jadi sinyal kalau ada AI di baliknya.

Baca Juga: Menilik Potensi Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Energi Baru Terbarukan di Indonesia

Kalau Wikipedia terlihat gigih melawan AI slop content, hal itu bukan cuma soal menjaga standar kualitas, tapi juga menyangkut masa depan pengetahuan manusia.

Wikipedia itu titik awal bagi banyak orang dalam mencari informasi. Kalau fondasi ini rapuh, dampaknya bisa kemana-mana: pendidikan, riset ilmiah, sampai keputusan sehari-hari.

AI memang punya potensi positif dalam membantu pekerjaan manusia, termasuk dalam pengelolaan informasi. Tetapi ketika teknologi dipakai tanpa kendali, risiko misinformasi jauh lebih besar.

Itulah sebabnya ribuan relawan Wikipedia saat ini berusaha terus mengawasi, memeriksa, dan memastikan bahwa kebenaran tetap jadi prioritas utama ensiklopedia online ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: theverge.com, Justthink.ai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X