Wilayah-wilayah tersebut, seperti yang disampaikan oleh web site PLN, adalah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), serta kawasan timur Indonesia meliputi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Di kawasan Jamali potensi penambahan kapasitas EBT mencapai 19,6 GW. Dari PLTS berkontribusi sebesar 10.932 megawatt (MW) sendiri. Jika dibanding kontribusi pembangkita EBT lainnya, ini kontribusi terbesar.
Kontribusi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 5.377 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2.503 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Air atau Mini Hidro (PLTA/M) sebesar 432 MW, serta bioenergi sebesar 399 MW.
Baca Juga: Pusing Dengan Tagihan Listrik Di Rumah? Lakukan Langkah-Langkah Berikut Ini!
Sementara itu untuk regional Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, potensinya pemnambahan kapasitas melalui EBT mencapai 2,3 GW.
Dibanding dengan regional Jamali, skala di regional ini lebih kecil. Akan tetapi proyek ini secara strategis diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Komposisi kapasitasnya mencakup PLTS sebesar 1.470 MW, PLTP sebesar 332 MW, PLTA/M sebesar 179 MW, bioenergi sebesar 141 MW, PLTB sebesar 140 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) sebesar 40 MW. ***
Artikel Terkait
Melakukan Pencarian di ChatGPT Meninggalkan Jejak Karbon dari Pemakaian Listrik dan Air
Beri Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Desa Jatihurip, BRI Dukung Pemberdayaan Desa Berkelanjutan
Buat yang Mau Tambah Daya, Pakai Program PLN Diskon 50% Bisa Hemat Lebih dari Rp3 Juta!
Danantara Fasilitasi Kerja Sama Geothermal Pertamina-PLN, Percepat Transisi Menuju Energi Bersih
Tidak Semua Tagihan Cocok untuk Autopay, Ini 3 Hal yang Sebaiknya Dibayar Manual