Menilik Potensi Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Energi Baru Terbarukan di Indonesia

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 22 September 2025 | 17:45 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Potensi PLTS sangat besar di Indonesia. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Potensi PLTS sangat besar di Indonesia. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Wilayah-wilayah tersebut, seperti yang disampaikan oleh web site PLN, adalah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), serta kawasan timur Indonesia meliputi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Di kawasan Jamali potensi  penambahan kapasitas EBT mencapai 19,6 GW. Dari PLTS berkontribusi sebesar 10.932 megawatt (MW) sendiri. Jika dibanding kontribusi pembangkita EBT lainnya, ini kontribusi terbesar.

Kontribusi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) sebesar 5.377 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 2.503 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Air atau Mini Hidro (PLTA/M) sebesar 432 MW, serta bioenergi sebesar 399 MW.

Baca Juga: Pusing Dengan Tagihan Listrik Di Rumah? Lakukan Langkah-Langkah Berikut Ini!

Sementara itu untuk regional Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, potensinya pemnambahan kapasitas melalui EBT mencapai 2,3 GW.

Dibanding dengan regional Jamali, skala di regional ini lebih kecil. Akan tetapi proyek ini secara strategis diharapkan mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Komposisi kapasitasnya mencakup PLTS sebesar 1.470 MW, PLTP sebesar 332 MW, PLTA/M sebesar 179 MW, bioenergi sebesar 141 MW, PLTB sebesar 140 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) sebesar 40 MW. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: web.pln.co.id, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X