PejuangKantoran.com - Pemerintah bersiap meluncurkan Program Magang Nasional yang dirancang sebagai jembatan bagi para lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja profesional. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir serta lulusan baru (fresh graduate) dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan pemantauan langsung atas kesiapan peluncuran program tersebut pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Dalam pertemuan itu, keduanya meninjau berbagai aspek teknis dan kerja sama lintas kementerian yang akan mendukung keberhasilan program magang ini.
Baca Juga: Post-holiday Turnover, Resign Setelah Liburan. Apa yang Bisa Dilakukan Karyawan dan Atasan?
Menurut Seskab Teddy, program ini tidak hanya menjadi wadah pelatihan kerja, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para lulusan muda agar dapat memahami dinamika dunia profesional. “Lulusan sarjana dan diploma yang baru lulus bisa langsung belajar dan bekerja. Ini adalah Program Magang Nasional yang manfaatnya konkret bagi anak muda,” ujarnya.
Dimulai Oktober 2025 dengan Kuota Awal 20 Ribu Peserta
Gelombang pertama Program Magang Nasional akan dimulai pada 20 Oktober 2025, dengan kuota awal sebanyak 20.000 peserta. Peserta akan ditempatkan di berbagai perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Program ini juga memberikan uang saku setara upah minimum kabupaten atau kota (UMK) sesuai lokasi peserta ditempatkan.
Selain mendapatkan kompensasi finansial, peserta magang juga akan memperoleh pengalaman kerja nyata dan kesempatan membangun jaringan profesional. Pendaftaran tahap pertama dibuka hingga 15 Oktober 2025, dan pemerintah menargetkan jumlah peserta akan terus bertambah secara bertahap.
Target Hingga 100 Ribu Peserta, Didukung Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya turut menyatakan dukungannya terhadap program magang berbayar ini. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lulusan baru dan memperkuat kualitas tenaga kerja nasional.
“Itu kuota awal 20 ribu. Kalau terserap, kita tambah lagi hingga target 100 ribu peserta,” ujarnya di Kantor LPS, Jakarta. Ia menambahkan, banyak perusahaan diperkirakan akan tertarik berpartisipasi karena program ini menyediakan tenaga kerja muda yang siap belajar di lapangan.
Purbaya juga menegaskan bahwa pendanaan program akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan efisiensi penggunaan anggaran. “Saya tidak mau kasih banyak-banyak di awal, supaya dana tidak menganggur. Kita lihat dulu serapan dan dampaknya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Dari Selandia Baru hingga Brasil, Ini 10 Negara dengan Work-Life Balance Terbaik di Dunia 2025
Utang BPJS Kesehatan Bakal Dihapus! Cak Imin Janji Masyarakat Bisa Mulai Lagi dari Nol November Nanti
Menanti Rencana Pemerintah Siapkan 100 Ribu Kuota Magang Bergaji Nasional untuk Atasi Pengangguran
20 Ucapan Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ada Juga untuk Semangati Para Pejuang Kantoran
26 Pegawai yang Dipecat Dirjen Pajak, Menkeu Purbaya Tegaskan Kesalahan Mereka Tak Bisa Diampuni
Pulau Phu Quoc di Vietnam Geser Bali sebagai Pulau Terindah di Asia versi Conde Nast Traveler
Tools Pengenalan Suara dan Ekspresi Wajah dari BRIN Ini Bikin Penyandang Disabilitas Lebih Mudah Komunikasi!
Soal Pekerja Sektor Informal Naik, Menkeu Purbaya Bilang Fresh Graduate Nggak Usah Khawatir
Setiap tahun, Ada 10,7 Juta Orang Indonesia yang Butuh Pekerjaan, Tidak Termasuk yang Kena PHK
Anies Baswedan Tanggapi PHK Massal yang Bikin Pekerja Pindah ke Sektor Informal, Ini Sarannya!