Cegah Penipuan Tenaga Kerja, Pemerintah Telusuri 4 – 5 Penerbangan dalam Seminggu ke Kamboja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 09:07 WIB
Dalam seminggu, ada 4-5 penerbangan dari Indonesia ke Kamboja. Pemerintah berusaha mencegah penipuan tenaga kerja di negara tersebut. (Instagram @indonesiainphnompenh)
Dalam seminggu, ada 4-5 penerbangan dari Indonesia ke Kamboja. Pemerintah berusaha mencegah penipuan tenaga kerja di negara tersebut. (Instagram @indonesiainphnompenh)

“Ini sesuatu yang khusus Kamboja, saya belum pernah temukan di negara lain,” katanya.

Pemerintah akan lakukan penelusuran lebih lanjut

Christina Aryani menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia mengatakan, Kementerian P2MI akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan lembaga lainnya untuk menyelidiki tren ini lebih dalam.

Baca Juga: 6 Makanan dengan Protein Lebih Tinggi dari Dada Ayam Jadi Alternatif Protein Super

“Kemlu tidak bisa bekerja sendiri, begitu juga kami di Kementerian P2MI. Masalah ini harus dibahas bersama di level menteri,” ujar Christina.

Ia menambahkan, pada September 2025 lalu, Duta Besar Kamboja telah bertemu dengan pemerintah Indonesia untuk melaporkan meningkatnya jumlah WNI yang bekerja di perusahaan-perusahaan di Kamboja.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI telah mengirim tim khusus dari Direktorat Siber P2MI untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan membuat laporan resmi.

“Setelah laporan lengkap, hasilnya akan kami serahkan ke Pak Menteri, dan kemungkinan akan diadakan rapat lintas kementerian untuk membahas langkah selanjutnya,” tutur Wamen P2MI.

Kamboja catat kenaikan penumpang internasional

Sementara itu, data dari Sekretariat Penerbangan Sipil Negara (SSCA) Kamboja menunjukkan bahwa negara tersebut mencatat 5,1 juta penumpang internasional dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 atau naik 14% dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: Maskapai Ini Raih Sertifikasi Great Place to Work, Satu-satunya di Indonesia

Kamboja kini memiliki dua bandara internasional baru, yakni Bandar Udara Siem Reap Angkor yang beroperasi sejak November 2023 dan Bandar Udara Techo yang resmi dibuka pada 20 Oktober 2025.

Pemerintah Kamboja optimistis kedua bandara ini akan meningkatkan jumlah wisatawan dan penerbangan internasional.

Namun, bagi Indonesia, lonjakan penerbangan ini justru menjadi tanda tanya besar. Pemerintah berencana menelusuri lebih jauh apakah peningkatan jumlah WNI ke Kamboja ini benar-benar untuk pekerjaan resmi atau ada hal lain di baliknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Detik News, Kompas.com, Koran Jakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X