Pejuangkantoran.com - Banyak orang mulai khawatir soal dampak kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja. Menurut survei Pew Research Center, lebih dari separuh pekerja di AS takut teknologi tersebut akan mengurangi peluang kerja.
Ketakutan ini wajar karena AI berkembang sangat cepat. Namun, jangan panik dulu!
Menurut Jonathan Javier, konsultan karier, AI bukan dibuat untuk menggantikan manusia dan justru bisa membantu kalau tahu cara memanfaatkannya.
“Pencari kerja yang pintar bukan yang menghindari AI, tetapi yang bisa menggunakannya dengan tepat,” kata Javier.
Jadi, kalau kamu sedang mencari pekerjaan, berikut beberapa cara untuk menjadikan AI sebagai ‘senjata rahasia’ kamu di pasar kerja.
- Gunakan AI, tetapi tetap tambahkan sentuhan pribadi
AI memang bisa membantu membuat CV dan surat lamaran dengan cepat dan terlihat rapi. Namun, jangan asal kirim hasilnya begitu saja. Javier menyarankan, gunakan AI untuk membuat draft awal, lalu periksa dan ubah sesuai gaya dan pengalamanmu sendiri.
“AI bisa bantu kamu sampai 80%, tetapi sisanya harus kamu lengkapi dengan cerita dan kepribadian kamu sendiri,” ujarnya.
Kalau kamu biarkan 100% hasil AI tanpa koreksi, bisa jadi ada kesalahan atau hal yang tidak bisa kamu jelaskan saat wawancara nanti. Jadi, pastikan hasil akhirnya tetap terdengar seperti kamu, bukan robot.
kerjaBaca Juga: 7 Hal yang Diutamakan Gen Z saat Mencari Kerja, Work Life Balance Bukan Satu-satunya!
- Latih diri sebelum wawancara, terutama yang melibatkan AI
Sekarang, beberapa perusahaan mulai memakai sistem wawancara berbasis AI untuk menyaring kandidat. Kamu mungkin akan diminta menjelaskan pengalaman kerja atau kelebihan kamu di depan kamera. Karena itu, ada baiknya kamu berlatih dulu.
Kamu bisa pakai ChatGPT atau alat AI lainnya untuk berlatih menjawab pertanyaan umum, seperti “Ceritakan tentang diri Anda” atau “Apa pencapaian terbesar Anda?”.
Latihan ini bisa membantu kamu menjawab dengan lebih percaya diri dan terstruktur.
- Bangun citra profesional di dunia online
Di era digital, profil LinkedIn atau media sosial bisa jadi “kesan pertama” bagi perekrut. Javier menyarankan agar kamu aktif membangun profil yang profesional dan autentik.
Namun, hati-hati dengan apa yang kamu posting!
Artikel Terkait
Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence
6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas
Skill Saja Tidak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan Fresh Graduate untuk Bersaing dengan AI
Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik
AI Makin Canggih! Perkenalkan Centaur, Teknologi yang Bisa Menebak Pola Pikir Manusia
Penggunaan AI Bisa Memudahkan Kamu saat Proses Melamar Pekerjaan, tapi Juga Bisa Menyulitkan