Untung-Rugi Memakai AI untuk Gantikan Kehadiran Mereka saat Meeting yang Sedang Tren di Pekerja Muda

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 12 November 2025 | 17:40 WIB
Ada untung-ruginya, tren di pekerja muda yang mulai banyak memanfaatkan AI untuk membantu membuat catatan rapat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ada untung-ruginya, tren di pekerja muda yang mulai banyak memanfaatkan AI untuk membantu membuat catatan rapat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Pekerja generasi muda kini mulai mengubah cara kerja di kantor dan caranya cukup unik, yaitu mereka membiarkan kecerdasan buatan atau AI menghadiri rapat untuk mereka.

Menurut survei yang dilakukan oleh Software Finder pada Oktober 2025 lalu, 3 dari 10 responden mengaku pernah melewatkan rapat dan membiarkan AI yang mencatat semua pembahasan.

Menariknya, 19% pekerja penuh waktu juga menggunakan AI secara rutin untuk otomatis membuat catatan rapat. Bagi sebagian orang, strategi ini ternyata cukup berhasil.

Kebiasaan menggunakan AI untuk mencatat rapat paling banyak dilakukan oleh pekerja hybrid, yaitu sekitar 26%. Sementara itu, 21% pekerja jarak jauh dan hanya 13% pekerja kantor penuh waktu yang menggunakan cara ini.

Di antara berbagai sektor, pekerja bidang teknologi dan perangkat lunak adalah pengguna terbanyak yang mencapai 32%, sedangkan pegawai pemerintah paling sedikit hanya 12%.

Baca Juga: Virtual Assistant Manusia Tak Perlu Kuatir Bakal Tergusur Virtual Assistant AI, Lakukan Langkah Nyata Berikut Ini!

Lebih mungkin dipromosikan dan naik gaji

Riset menunjukkan bahwa pekerja yang sering menggunakan AI untuk mencatat rapat 28% lebih mungkin dipromosikan, dibandingkan dengan hanya 15% dari mereka yang tidak memanfaatkannya.

Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan kenaikan gaji hingga sekitar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp333.820.000 per tahun.

Namun, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Dari mereka yang sering “minta bantuan” ke AI untuk mencatat rapat, 41% mengaku kehilangan konteks penting yang tidak tertangkap oleh software.

Artinya, meskipun AI bisa mencatat isi rapat, tidak semua hal-hal penting seperti nada bicara, ekspresi, atau maksud tersirat, bisa terekam dengan baik.

Meski efisiensi tinggi, tetapi tetap ada kekhawatiran

Dari sisi perusahaan, penggunaan AI ini justru membawa manfaat besar.

Berdasarkan riset TechBullion, karyawan yang menggunakan alat pencatatan otomatis bisa menghemat rata-rata lima jam per minggu atau sekitar 250 jam per tahun, yang biasanya dihabiskan untuk menulis notulen manual.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X