Tarif perusahaan-perusahaan seperti Mercor saat ini berkisar US$80 – US$170 per jam atau sekitar Rp1,28 juta – Rp2,72 juta per jam.
Model bisnisnya juga menarik investor karena:
- Kontrak per jam
- Paket langganan perusahaan
- Penjualan lisensi dataset eksklusif
Ketiga sumber pendapatan berulang ini membuat perusahaan seperti Mercor terlihat sangat menguntungkan.
Intinya, di balik mesin pintar, selalu ada orang pintar dan perusahaan AI yang kini berlomba-lomba merekrut mereka.
Baca Juga: Pingin Jadi Youtuber? Ini 3 Jenis Konten Youtube yang Diprediksi bakal Jadi Tren ke Depannya!
Mengapa kisah ini penting buat kita?
Tiga pendiri Mercor mungkin sekarang jadi miliarder termuda di dunia, tetapi kisah mereka bukan sekadar tentang kekayaan. Ini gambaran tentang ekonomi baru di mana keahlian manusia, bukan hanya teknologi, menjadi aset paling penting.
Jadi, jika kamu:
- Freelancer, maka peluang pekerjaan berbasis pengawasan AI semakin luas.
- Investor, ini sektor yang sedang meledak.
- Konsumen, memahami cara kerja AI membuat kamu lebih siap menghadapi era teknologi berikutnya.
Intinya, di tengah dunia yang makin otomatis, justru kemampuan manusia untuk menilai, mengoreksi, dan memandu AI yang menjadi “mata uang” paling berharga.
Artikel Terkait
Bukan Soal Murahnya, Ini Alasan Anak Muda Suka Banget Sama Thrifting
Viral Banyak yang Minta Tolong Damkar daripada Polisi, Wakapolri Ungkap Alasannya
Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Kamu Makin Dekat ke Kebebasan Finansial
Lowongan Kerja Junior Data Analyst di MapHubs, Perusahaan Startup Pemantauan Hutan Hujan
4 Pemanasan atau Warming Up serta Manfaatnya Sebelum Kamu Bermain Padel Agar Tidak Cedera
Tips Negosiasi Tagihan yang Efektif dengan Penyedia Layanan agar Pengeluaran Kamu Tidak Boncos Terus!
Gambaran Roadmap Belajar Menjadi AI Trainer dalam 3 - 6 Bulan