3 Pemuda Berusia 22 Tahun Jadi Miliarder Termuda dari Startup AI, Apa Artinya buat Generasi Muda?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 November 2025 | 08:04 WIB
Mercor, startup AI yang didirikan Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha, membuat mereka jadi miliarder termuda. (ULY Inc. for Mercor)
Mercor, startup AI yang didirikan Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha, membuat mereka jadi miliarder termuda. (ULY Inc. for Mercor)

Tarif perusahaan-perusahaan seperti Mercor saat ini berkisar US$80 – US$170 per jam atau sekitar Rp1,28 juta – Rp2,72 juta per jam.

Model bisnisnya juga menarik investor karena:

  • Kontrak per jam
  • Paket langganan perusahaan
  • Penjualan lisensi dataset eksklusif

Ketiga sumber pendapatan berulang ini membuat perusahaan seperti Mercor terlihat sangat menguntungkan.

Intinya, di balik mesin pintar, selalu ada orang pintar dan perusahaan AI yang kini berlomba-lomba merekrut mereka.

Baca Juga: Pingin Jadi Youtuber? Ini 3 Jenis Konten Youtube yang Diprediksi bakal Jadi Tren ke Depannya!

Mengapa kisah ini penting buat kita?

Tiga pendiri Mercor mungkin sekarang jadi miliarder termuda di dunia, tetapi kisah mereka bukan sekadar tentang kekayaan. Ini gambaran tentang ekonomi baru di mana keahlian manusia, bukan hanya teknologi, menjadi aset paling penting.

Jadi, jika kamu:

  • Freelancer, maka peluang pekerjaan berbasis pengawasan AI semakin luas.
  • Investor, ini sektor yang sedang meledak.
  • Konsumen, memahami cara kerja AI membuat kamu lebih siap menghadapi era teknologi berikutnya.

Intinya, di tengah dunia yang makin otomatis, justru kemampuan manusia untuk menilai, mengoreksi, dan memandu AI yang menjadi “mata uang” paling berharga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CEO Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X