Patrick Walujo Mundur dari Jabatan CEO GoTo, Benarkah demi Perlancar Proses Akuisisi Grab atas Gojek

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 27 November 2025 | 11:23 WIB
Ilustrasi Gojek yang merupakan bagian dari GoTo, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi Gojek yang merupakan bagian dari GoTo, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Agus menilai Hans sebagai kandidat ideal untuk memimpin GoTo ke depan. Dalam hampir delapan tahun di Gojek, GoPay, hingga GoTo, Hans memimpin berbagai lini penting, termasuk operasional mitra pengemudi dan pengembangan GoTo Financial.

Sebelum itu, Hans berkarier di AS, Tiongkok, dan Singapura, termasuk menjadi Partner di McKinsey.

Dikaitkan dengan pembicaraan akuisisi Grab

Pengunduran diri Patrick memunculkan spekulasi bahwa langkah ini memperlancar proses diskusi akuisisi GOTO oleh Grab Holdings Ltd. Sejak awal 2025, Grab disebut mempertimbangkan akuisisi dengan valuasi lebih dari US$7 miliar.

Patrick Walujo resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama atau CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).
Patrick Walujo resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama atau CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). (Forbes)

Analis Citigroup menilai peluang merger tetap terbuka, meski prosesnya bisa berbeda dari rumor sebelumnya.

Mereka menyebut adanya potensi keterlibatan lembaga SWF Indonesia, Danantara, sebagai pemegang saham minoritas dengan hak khusus atas operasi bisnis GoTo di Indonesia.

Baca Juga: Buat yang Suka Consumer Engagement, Grab Indonesia Buka Lowongan Loyalty Marketing Associate

Namun, risiko merger gagal atau tertunda tetap ada. Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan jika merger terjadi, hal itu bisa menguntungkan operasional karena menghentikan “bakar uang” yang selama ini membebani perusahaan.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa merger dua raksasa ini bisa membuka peluang monopoli di industri transportasi online dan e-commerce.

Rumor semakin ramai setelah laporan Bloomberg News menyebut pemegang saham mendesak agar Patrick diganti karena kinerja saham GoTo yang kurang memuaskan sejak ia menjabat.

Patrick juga disebut sebagai pihak yang tidak mendukung rencana merger dengan Grab.

Meski demikian, baik GoTo maupun Grab menegaskan bahwa isu merger tersebut hanyalah spekulasi dan tidak berdasar pada informasi resmi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC Indonesia, CNN Indonesia, MSN, Bloomberg Technoz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X