Setelah Dikecam, Oxford Akhirnya Mengakui Peran Peneliti Indonesia dalam Penemuan Rafflesia Hasseltii

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 Desember 2025 | 13:32 WIB
Universitas Oxford akhirnya mengakui peran peneliti dan penggiat konservasi Indonesia yang membuatnya menemukan Rafflesia Hasseltii di Sumatra. (X @thorogoodchris)
Universitas Oxford akhirnya mengakui peran peneliti dan penggiat konservasi Indonesia yang membuatnya menemukan Rafflesia Hasseltii di Sumatra. (X @thorogoodchris)

PejuangKantoran.com - Pada 17 November 2025 lalu, ekspedisi gabungan yang melibatkan penggiat konservasi Septian Andriki, tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dipimpin Joko Witono, Profesor Agus Susatya dari Universitas Bengkulu, ahli biologi dari Universitas Oxford Dr. Chris Thorogood, dan pemandu lokal Iswandi, berhasil menemukan Rafflesia hasseltii.

Bunga parasit merah raksasa itu akhirnya mekar di kawasan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penemuan tersebut terjadi setelah penantian panjang selama 13 tahun.

Namun penemuan kembali bunga yang dikenal dengan sebutan "si muka harimau" belum lama ini memicu reaksi keras setelah unggahan media sosial Universitas Oxford menyebutkan nama ilmuwannya sebagai penemu. Mereka mengabaikan para peneliti Indonesia yang memungkinkan pencarian tersebut.

Baca Juga: Mekarnya Rafflesia hasseltii di Sumbar: Momen Langka yang Menggetarkan Dunia

Universitas Oxford mengunggah penemuan tersebut di X pada 19 November 2025, yang sejak itu telah ditonton 11,2 juta kali.

"Kemarin, @thorogoodchris1 dari Kebun Raya Oxford adalah bagian dari tim yang berjalan siang dan malam melalui hutan hujan Sumatra (sebuah pulau di Indonesia) yang dijaga harimau untuk menemukan Rafflesia hasseltii," tulisnya.

Unggahan tersebut mendapat kecaman keras karena tidak memberikan penghargaan yang memadai kepada tim peneliti Indonesia yang bekerja bersama Thorogood.

Komentar teratas, yang sudah disukai 47.000 orang, menulis dengan sengit, "TULIS NAMA PENELITI INDONESIA, PENJAJAH."

Para ahli bilang, kegaduhan ini sebetulnya mencerminkan masalah lama yang belum selesai. Yaitu, bagaimana ilmuwan dari negara Barat lebih diakui dibandingkan ilmuwan dari negara-negara berkembang dalam proyek penelitian bersama.

Baca Juga: Agar Live-Streaming Kamu Tetap Hidup dan Rame, Latih 7 Keterampilan Berikut Ini!

Hal ini bahkan disebut ada kaitannya dengan dampak buruk penjajahan (kolonialisme) yang masih terasa di dunia akademis sampai sekarang.

 

Akhirnya mengakui

Chris Thorogood, Lektor Kepala Biologi di Linacre College, Oxford, sebenarnya mendokumentasikan perjalanannya di akun X miliknya, termasuk beberapa unggahan yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota tim yang bekerja sama dengannya.

Yang paling menonjol, tim tersebut menemukan bunga Rafflesia hasseltii yang langka, di mana Thorogood menulis, "Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menyaksikannya mekar di malam hari. Ajaib."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: SCMP, Cherwell.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X