Setelah Dikecam, Oxford Akhirnya Mengakui Peran Peneliti Indonesia dalam Penemuan Rafflesia Hasseltii

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 Desember 2025 | 13:32 WIB
Universitas Oxford akhirnya mengakui peran peneliti dan penggiat konservasi Indonesia yang membuatnya menemukan Rafflesia Hasseltii di Sumatra. (X @thorogoodchris)
Universitas Oxford akhirnya mengakui peran peneliti dan penggiat konservasi Indonesia yang membuatnya menemukan Rafflesia Hasseltii di Sumatra. (X @thorogoodchris)

Ahli botani Septian Andriki menambahkan, setelah 13 tahun menunggu, tim harus menempuh perjalanan 20 jam di darat, lalu mendaki serta menuruni gunung untuk mencapai bunga tersebut.

 

Rafflesia hasseltii, yang disebut cendawan muka rimau dalam bahasa Melayu, hanya ditemukan di beberapa lokasi di Taman Nasional Kerinci Seblat di Indonesia, serta di beberapa wilayah Semenanjung Malaysia.

Baca Juga: 20 Poin Check List Bagi Pemilik Mobil Listrik Agar Tak Rugi Rp200 Juta Seperti Kejadian di Florida

Suku-suku lokal seperti Orang Asli menggunakan bunga ini untuk tujuan pengobatan, dan sebuah studi tahun 2009 menunjukkan bahwa bunga ini berpotensi mempercepat penyembuhan luka pada tikus.

Oleh karena berbagai kecaman tersebut, Universitas Oxford akhirnya mengakui peran peneliti Indonesia dalam penemuan bunga raksasa tersebut.

"Pekan lalu, Chris Thorogood (@thorogoodchris1) dari Oxford Botanic Garden, bekerja sama dengan penggiat konservasi lokal Septian (Deki) Andriki dan pemandu lokal mereka Iswandi, menyaksikan Rafflesia hasseltii di Sumatera," jelas Universitas Oxford dalam unggahan mereka di X dan Instagram, Jumat (28/11/2025).

"Ekspedisi ini didukung oleh Joko Witono dari @brin_indonesia dan Agus Susatya dari @unibofficial, yang dengan arahannya membantu perjalanan ini terwujud. Untuk melihat bunga ini mekar, merupakan pencapaian yang luar biasa dari tim."

Baca Juga: Buat Mendalami Karakter sebagai Guru di Qorin 2, Wavi Zihan Meniru Gaya Sutradara Ginanti Rona

Universitas Oxford mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan rekan-rekan dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) termasuk Joko Witono, Agus Susatya (Universitas Bengkulu), serta kelompok masyarakat setempat, untuk mendokumentasikan dan melestarikan Rafflesia di Indonesia.

Kemitraan tersebut telah berlangsung sejak tahun 2022, dengan tujuan utama peningkatan kapasitas dan dukungan bagi para pahlawan konservasi lokal.

"Kunjungan ke lokasi Rafflesia hasseltii dilakukan dalam konteks ini, dan kami sangat berterima kasih kepada Septian (Deki) Andriki yang telah mendampingi Chris Thorogood di lapangan, dan pemandu lokal mereka, Iswandi,” pungkas juru bicara Oxford pada Cherwell.org.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: SCMP, Cherwell.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X